Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:23 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebab tiada diterimanya pengajaran, maka binasalah ia, dan iapun akan disesatkan oleh kebodohannya yang tiada terbaiki adanya.
Amsal 5:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ayub 36:12 (IDN) »
Tetapi jikalau mereka itu tiada mau mendengar, lalu matilah mereka itu dimakan pedang dan putuslah nyawanya dengan tiada berpengetahuan.

Amsal 10:21 (IDN) »
Bahwa lidah orang yang benar itu dapat memeliharakan orang banyak, tetapi orang bodoh itu mati sebab kurang akal budinya.

Amsal 5:23 (IDN) - Ringkasan dan Tafsiran
Ayat ini muncul dalam bagian kitab Amsal yang menekankan kebijaksanaan hidup benar dan kehati-hatian terhadap jalan-jalan yang membawa kepada kehancuran. Ayat ini menyoroti akibat akhirnya bagi orang yang tidak menerima pengajaran dan membenarkan bahwa kekeliruan batin membawa pada kebinasaan diri sendiri.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 5 secara umum menasihati tentang bahaya hawa nafsu dan pentingnya menjaga diri dari gangguan rohani yang menyesatkan. Ayat yang menjadi fokus menegaskan bahwa tanpa pengajaran yang benar—yang diterapkan dalam hidup sehari-hari—orang akan menanggung akibatnya sendiri. Ketidaktaatan terhadap bimbingan ilahi mengakibatkan kebodohan yang berlanjut dan akhirnya menuntun pada keterpesongan diri sendiri.
Pesan pokok yang penting
Pesan utama ayat ini adalah panggilan untuk menerima pengajaran dengan kedalaman hati. Ketika seseorang menolak pengajaran, konsekuensinya adalah kerusakan pribadi yang berakar dari kebodohan yang tidak termaafkan oleh perubahan hidup yang nyata. Allah memedulikan jalan manusia dan menuntun dengan pengajaran-Nya agar hidup tidak terjerat oleh tipu muslihat dunia.
Perbandingan dengan bagian Alkitab lain
Gema dari para komentator terkemuka (ringkas)
Beberapa penafsir berbahasa Inggris klasik menekankan bahwa ayat ini menyoroti tidak menerima pengajaran adalah tanda keangkuhan yang mengarahkan pada kehancuran. Mereka melihat kebodohan di sini sebagai hilangnya kepekaan rohani yang menghalangi seseorang untuk mengenali jalannya Tuhan. Kutipan singkat yang relevan:
Matthew Henry menyoroti bahwa kebodohan adalah akibat menolak nasihat dan ajaran bijaksana; menolak pengajaran adalah jalan menuju kebinasaan batin yang menuntun pada kekeliruan berkelanjutan.
Albert Barnes menegaskan bahwa disiplin dan pengajaran diperlukan untuk membentuk sikap hati yang benar terhadap Tuhan dan dunia. Ketidaktaatan membawa konsekuensi logis berupa keruntuhan moral.
Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menggarisbawahi pentingnya menghormati pengajaran yang datang dari Tuhan melalui hikmat-Nya; tanpa itu, manusia menanggung akibatnya sendiri melalui kebodohan yang terus-menerus.
Aplikasi praktis
Hubungan lintas ayat
Cross-references: - Amsal 1:23: ajakan untuk menerima pengajaran agar kebodohan bisa diakhiri. - Ibrani 12:11: disiplin rohani menghasilkan damai dan pembaruan karakter. - Roma 12:2: pembaharuan pola pikir melalui pengajaran rohani.
Penutup/Intisari
Amsal 5:23 menegaskan bahwa menolak pengajaran membawa konsekuensi kebodohan yang merembet dalam hidup seseorang. Hikmat adalah respons positif terhadap bimbingan Tuhan melalui firman-Nya. Dengan membuka diri terhadap pengajaran, kita membangun fondasi yang kokoh untuk hidup yang setia, terarah, dan berkenan di hadapan Tuhan.