Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwasanya lidah perempuan jalang itu bertitik-titik air madu dan langitan mulutnyapun terlebih licin dari pada minyak.
Amsal 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 2:16 (IDN) »
supaya dilepaskannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada perempuan yang tiada ketahuan, yang membujuk-bujuk dengan perkataannya,

Mazmur 55:21 (IDN) »
(55-22) Lembutlah mulutnya dari pada minyak sapi, tetapi hatinya bantahan juga; perkataannya lebih lembut dari pada minyak, tetapi ia itu bagaikan pedang yang terhunus adanya.

Amsal 7:21 (IDN) »
Demikian dibujuknya akan dia dengan pelbagai tipunya, dan diajaknya dengan perkataan mulutnya yang manis-manis.
Amsal 5:3 (IDN) – Gambaran lidah perempuan jalang
Bagian ini memberikan peringatan tajam mengenai bahaya godaan lewat kata-kata manis yang menyesatkan. Motifnya adalah hujan madu yang kelihatan menarik di permukaan, namun pada akhirnya menimbulkan kerusakan batin dan hubungan manusia dengan Tuhan. Penekanan kitab Amsal di sini adalah menjaga hati dan lidah agar tidak terperangkap oleh godaan yang kelihatan elegan tetapi hasil akhirnya adalah kehancuran.
Pembacaan pada konteks pasal
Amsal 5 berfokus pada bahaya perselingkuhan dan komitmen terhadap pasangan sah. Ayat ini menyoroti bagaimana ujaran manis dari “perempuan jalang”–gambaran simbolis bagi tipu daya seksualitas yang tidak setia–berujung pada kepuasan sesaat namun kehancuran rohani dan relasi. Frasa “bertitik-titik air madu” menekankan kemanisan yang menggoda, sementara “langitan mulutnya lebih licin daripada minyak” menunjukkan kelicikan dan kemampuan lidahnya untuk memikat dengan kata-kata.
Inti pelajaran rohani
Inti ajaran di sini ialah kewaspadaan terhadap godaan yang tampak menarik di luar tetapi berbahaya di dalamnya. Orang bijak diajarkan untuk menilai motif di balik perkataan, terutama ketika godaan seksual atau hubungan yang tidak setia mengintai. Karena godaan yang tampak manis dapat merusak komitmen, integritas keluarga, dan kedekatan dengan Tuhan.
Perbandingan singkat dengan teks-teks terkait
Hubungan-hubungan ini menegaskan pola yang sama: godaan bisa datang melalui kata-kata yang menipu, tetapi respons pewarta iman adalah menjaga hati, menghindari pergaulan yang berbahaya, dan memilih kata-kata yang membangun iman serta hubungan setia.
Aplikasi praktis
Penerapan hikmat dari para komentator dengan ringkasan khusus
Kaitkan dengan pandangan tradisional tentang bahaya tipuan kata-kata yang manis namun mematikan. Para komentator publik-domain menekankan bahwa pesona lidah bisa menipu jika tidak disertai integritas hati. Kutipan singkat dari sumber beredar di masa lalu menegaskan perlunya kebijaksanaan dalam menilai motif di balik perkataan. (Tidak menampilkan kutipan penuh di luar konteks teks ini.)
Cross-references dan penjelasan singkat
Inti penutup dan rangkuman
Amsal 5:3 mengingatkan bahwa kesan manis bisa menutupi kepedihan. Kearifan sejati menuntun kita menilai motif di balik kata-kata, menjaga kesetiaan, dan menolak godaan yang menggoda namun merusak. Dengan membangun lidah yang prudent dan hati yang setia, kita menjaga kehormatan pribadi, rumah tangga, serta iman kepada Tuhan.