Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:18 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu.
Amsal 5:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Pengkhotbah 9:9 (IDN) »
Hendaklah engkau hidup bersenang-senang dengan bini yang kaukasihi pada segala hari umur hidupmu yang sia-sia adanya, yang telah dikaruniakan Allah kepadamu di bawah langit ini, segala harimu yang sia-sia itu, karena ia itulah bahagianmu dari pada hidup ini dan dari pada segala pekerjaan yang kaukerjakan di bawah langit.

Maleakhi 2:14 (IDN) »
Maka katamu lagi: Mengapa itu? Yaitu sebab Tuhan itulah saksi antara engkau dengan binimu pada masa mudamu, kepadanya engkau sudah khianat, yaitu kepada dia, yang sobatmu, dan isteri perjanjianmu.

Kidung Agung 4:12 (IDN) »
Bahwa engkau laksana taman yang berpagar kelilingnya, hai adinda, hai tunanganku! bagaikan pancaran air yang bersekat dan mata air yang termeterai.
Amsal 5:18 (IDN) — “Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu.”
Dalam konteks Amsal 5, bimbingan penulis Amsal menekankan kesetiaan dalam hubungan pernikahan dan bahaya pelanggaran pantangan seksual. Ayat ini menegaskan kebahagiaan yang Tuhan berikan dalam ikatan suami-istri, khususnya menjaga kesetiaan kepada istri yang setia pada masa mudanya. Ayat ini mengimbangi pandangan mistik tentang kegembiraan hidup dengan gambaran praktis: kebahagiaan rumah tangga berakar pada hubungan inti yang penuh kasih dan setia.
Makna pokok
Amsal 5:18 mengundang suami untuk memusatkan harapannya pada pernikahan yang sehat dan diberkati. “Berkatlah kiranya atas pancaranmu” menunjukkan bahwa kebahagiaan pribadi dan keluarga menuntut kasih sayang yang tulus, pendalaman, dan pemeliharaan hubungan. “Bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu” menegaskan kesetiaan dalam masa muda istri—suami dipanggil untuk menghargai dan menjaga komitmen mereka, memperkuat kehormatan rumah tangga daripada terjebak godaan luar yang merusak.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat atas rujukan: Yakobus menekankan sumber godaan, Efesus memusatkan pada kasih yang berfungsi sebagai teladan, dan Ibrani menekankan kemuliaan institusi pernikahan.
Gambaran para komentator klasik
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa nasihat ini menantang pria agar menjadikan rumah tangga sebagai prioritas, serta menolak jalan-jalan yang merusak. Mereka menyoroti pentingnya kesetiaan, penghormatan terhadap istri sebagai rekan seumur hidup, serta hikmat dalam mengelola godaan di masa muda. Secara umum, komentar mereka menegaskan bahwa kebahagiaan rumah tangga berasal dari pemeliharaan komitmen dan kasih yang konsisten.
Ringkasan praktis
- Lindungi fokus pada istri yang setia sejak masa muda; rawat hubungan dengan kasih, hormat, dan komunikasi terbuka.
- Hindari godaan yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga. Peliharalah integritas pribadi.
- Jadikan pernikahan sebagai kebahagiaan yang diberkati Tuhan melalui komitmen yang senantiasa dipelihara.
Pemantapan pribadi
Pikirkan bagaimana Anda meneguhkan ikatan dengan pasangan: apakah ada area yang perlu dipererat melalui saling memahami, memaafkan, atau meluangkan waktu berkualitas bersama? Doa dan komitmen dipakai untuk membangun rumah yang berkenan di hadapan Tuhan.
Penutup
Amsal 5:18 mengingatkan bahwa kebahagiaan hidup tidak terletak pada pembangkitan kesenangan sesaat, melainkan pada berkat Tuhan yang dinyatakan melalui pernikahan yang setia dan penuh kasih. Masa muda adalah masa pembentukan karakter pernikahan; hendaknya kita membangun fondasi yang kokoh demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan keluarga.