Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:11 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian pada akhirnya engkau kelak meraung-raung, apabila haus-hauslah sudah kulitmu dan dagingmupun.
Amsal 5:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 6:21 (IDN) »
Apakah faedah yang sudah kamu peroleh di dalam perkara-perkara yang kamu berasa malu sekarang ini? Karena kesudahannya itu maut.

Wahyu 22:15 (IDN) »
Tetapi segala anjing dan orang hobatan, dan orang berzinah, dan segala pembunuh, dan segala orang yang menyembah berhala, dan barangsiapa yang cinta akan dusta dan berbuat dusta itu semuanya tinggal di luar."

Bilangan 5:27 (IDN) »
Maka setelah sudah diberinya minum air itu kepadanya, bahwasanya jikalau telah dicemarkannya dirinya dan khianat ia akan lakinya, maka air yang mendatangkan laknat itu kelak memasukkan ke dalamnya celaka yang besar, sehingga busunglah perutnya dan cengkunglah pahanya, maka perempuan itulah menjadi suatu kutuk di antara bangsanya.
Mengapa Ayat Ini Penting
Amsal 5:11 mengingatkan kita tentang konsekuensi serius dari membiarkan dorongan berzinah menuntun hidup. Ayat ini menggambarkan akhirnya seseorang meratap ketika kehilangan kepuasan palsu itu dan merasakan konsekuensi fisik serta rohani dari tindakan yang tidak setia kepada Allah dan pasangan sehidupnya. Dalam konteks kebijaksanaan kitab Amsal, pesan ini berfungsi sebagai peringatan praktis: hidup yang berpegang pada prinsip kesetiaan dan hormat terhadap komitmen akan membawa damai, sementara penyimpangan berujung pada kesedihan mendalam.
Latar Belakang Asli Ayat
Pada pasal 5, penulis bijak menasihati anak-anak untuk menjauh dari godaan pelacuran dan bujukan wanita berpengaruh jahat. Sifat bahaya hubungan terlarang digambarkan secara nyata: sensasi sesaat yang menipu, tetapi akhirnya menimbulkan kerugian besar. Ayat 11 menutup bagian peringatannya dengan gambaran menyedihkan: pada akhirnya merekapun akan merintih saat haus dan kekeringan merongrong tubuh, menandai bahwa pilihan jalan yang tidak setia menimbulkan penderitaan yang mendalam.
Inti pesan ayat ini adalah kewaspadaan terhadap temtangan dosa yang tampak menggiurkan namun merusak. Tuhan mengajar melalui realitas dampak tindakan manusia: kepuasan yang dihidupi di luar hukum-Nya membawa kehampaan. Kebijaksanaan menuntun kita untuk menjaga setia kepada pasangan dan menjauhi hubungan yang bisa merusak integritas hidup.
- Kesetiaan sebagai tonggak hidup beriman: iman yang hidup diuji dalam hubungan manusiawi.
- Pertanggungjawaban terhadap diri sendiri dan Tuhan: pilihan seksual mencerminkan kesetiaan kepada Allah.
- Konsekuensi praktis dari tindakan: penderitaan fisik maupun emosional mengikuti tindakan yang melanggar norma moral.
Penjelasan singkat mengenai koneksi: Imamat dan Korintus menyoroti konsekuensi hukum dan moral dari tindakan seksual di luar ikatan pernikahan; Matius 5 memperluas bahaya ke inti hati manusia yang memikirkan dan merencanakan dosa. Amsal 6 menegaskan bahwa niat dan tindakan sejalan, sehingga memandu pembaca untuk menjaga kemurnian hidup.
Panduan praktis bagi pembaca: jaga janji dengan pasangan, hindari situasi yang memicu godaan, dan isi hidup dengan keintiman rohani yang sehat melalui doa, komitmen keluarga, serta komunitas yang bertanggung jawab. Ketika godaan datang, ingat bahwa kepuasan jangka pendek tidak sebanding dengan kerugian jangka panjang.
Ayat ini mengundang kita melihat ke dalam hati untuk menilai sumber kepuasan kita. Apakah kita hidup dengan ketaatan kepada Allah dan setia kepada komitmen? Dalam kasih-Nya yang tetap, Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup yang benar adalah hidup yang menenangkan bagi jiwa, tidak hanya terasa menyenangkan sesaat. Biarlah kita memilih kebijaksanaan yang memelihara kita dari kehampaan dan menghasilkan damai sejati.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dapat ditemukan pada narasi umum tentang kesetiaan dan bahaya godaan; dalam ringkasan ini, tidak ada kutipan panjang yang diulang. Kalimat-kalimat singkat yang diambil dari karya-tulisan klasik itu diarahkan untuk menegaskan nuansa moral dan praktis ayat tanpa menyalin teks aslinya secara verbatim.