Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 22:15 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 22:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi segala anjing dan orang hobatan, dan orang berzinah, dan segala pembunuh, dan segala orang yang menyembah berhala, dan barangsiapa yang cinta akan dusta dan berbuat dusta itu semuanya tinggal di luar."
Wahyu 22:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 22:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 21:8 (IDN) »
Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."

Galatia 5:19 (IDN) »
Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan,

Wahyu 21:27 (IDN) »
tetapi sekali-kali tiada akan masuk ke dalamnya barang apa yang najis, atau orang yang mengerjakan haram dan dusta, melainkan hanyalah orang yang tersurat namanya di dalam kitab hayat Anak domba itu.
Wahyu 22:15 dalam Konteks Kitab Suci
Ayat ini berada di bagian penutup Wahyu, menggambarkan batas kota Allah dan siapa saja yang tidak diperkenankan memasuki Yerusalem yang baru. Dalam konteks pasal 21–22, pengharapan final keselamatan ditetapkan bersama peringatan tentang ketaatan dan penolakan terhadap kejahatan. Frasa yang disebutkan menekankan bahwa pintu-pintu kota dipagari bagi mereka yang hidup dalam kemurnian iman dan ketaatan kepada Allah, sedangkan tindakan dan penyembahan yang bertentangan dengan perintah-Nya menyisakan mereka di luar.
Makna sentral ayat
Ayat ini menekankan pemisahan yang tegas antara umat Allah yang setia dan mereka yang tetap hidup dalam dosa. “Segala anjing dan orang hobatan” dan daftar perilaku yang tercela menggambarkan segala bentuk kejahatan dan penyembahan berhala. Pada akhirnya, only those who belong to Christ and live in fidelity will enter, sementara yang lain tinggal di luar. Ayat ini mengonfirmasi bahwa keselamatan bukan sekadar iman abstrak, melainkan hidup yang mengikuti jalan Allah.
Tiga tema utama
Cross-references yang relevan
Beberapa bagian lain menguatkan tema ini:
Refleksi praktis
Bagaimana kita menanggapi panggilan untuk hidup yang kudus di tengah kenyataan menguji iman? Perhatikan pola hidup yang konsisten dengan ajaran Kristus: bersaksi dengan kasih, menjauhi dusta, dan hidup dalam kebenaran. Ingat, keselamatan bukan sekadar identitas lahiriah atau keanggotaan gereja, melainkan hubungannya dengan Allah melalui iman yang memuridkan.
Ringkasan singkat
Wahyu 22:15 menegaskan batas yang jelas antara mereka yang mengikuti Allah dalam hidup yang saleh dan mereka yang tetap dalam dosa. Kota Allah hanya bagi mereka yang hidup dalam ketaatan iman kepada Kristus; yang lain berada di luar, menantikan penghakiman. Ayat ini mengajak kita memurnikan hidup, menjauhi penyembahan berhala, dusta, dan semua yang menolak firman-Nya, sambil berpegang pada janji keselamatan dalam Kristus.
Quotations from public-domain commentators (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) are not directly quoted here to maintain originality; however, their themes of holiness, perseverance, and the sober contrast between righteousness and rebellion inform the synthesis above.