Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 22:20 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 22:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Ia yang menyaksikan segala perkara ini berkata, "Bahkan, Aku datang dengan segeranya." Amin, marilah, ya Tuhan Yesus!
Wahyu 22:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 22:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 22:7 (IDN) »
Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya. Berbahagialah orang yang menurut segala perkataan nubuat di dalam kitab ini."

2 Timotius 4:8 (IDN) »
pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.

Yesaya 25:9 (IDN) »
Maka pada hari itu juga orang akan berkata demikian: Bahwasanya inilah juga Allah kita; maka kita sudah menantikan Dia, dan Iapun sudah menyelamatkan kita! Ia inilah Tuhan, maka kita sudah menantikan Dia; mari kita tamasya dan bersukacita akan selamatnya!
Wahyu 22:20 (IDN) — Rasa Puncak Janji dan Seruan Kedatangan
Wahyu 22:20 menutup kitab wahyu dengan sebuah penegasan sang saksi yang setia tentang kedatangan Kristus, disertai respons iman jemaat. Ayat ini menghubungkan penggenapan nubuat, penyataan rencana ilahi, dan dorongan doa yang melampaui zaman. Dalam konteks kitab Wahyu, penutup ini menegaskan harapan bagi mereka yang menantikan Allah berbuat segera dan secara nyata di tengah pergumulan dunia.
Ayat dalam konteks pasal dan kitab
Di bagian akhir Wahyu, saksi yang menyaksikan semua perkara menyatakan kedatangan Kristus dengan frasa “Bahkan, Aku datang dengan segeranya.” Ucapan ini menegaskan kepastian dan kecepatan rencana keselamatan Allah yang telah dinyatakan berulang kali sepanjang kitab. Juga terdengar jemaat mengucapkan “Amin, marilah, ya Tuhan Yesus!” sebagai respons iman yang menegaskan kesiapan hati dan pengakuan atas otoritas Sang Raja.
Pelajaran rohani utama
Kunci ajaran di sini adalah semangat harapan yang aktif. Kedatangan Kristus bukan hanya soal masa depan yang abstrak; ia menggerakkan doa, iman, dan kesetiaan. Jemaat diajak untuk tidak menyimpulkan bahwa penantian berarti pasif, melainkan hidup dalam kesiapan dan pengakuan bahwa Tuhan benar-benar akan menepati janji-Nya tanpa terlambat.
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Aplikasi praktis
– Hidupi harapan aktif: fokus pada hidup yang berkenan kepada Allah, berpegang pada firman-Nya, dan menjaga ketekunan iman meski menunggu ajal sejarah.
– Latih doa yang mendorong kedatangan Tuhan dengan kemurnian hati dan kerelaan meneguhkan iman orang lain.
– Jaga kenyataan bahwa kedatangan Kristus menuntut kesiapsiagaan pribadi, tanpa menunda-nunda panggilan untuk hidup kudus dan penuh kasih.
Renungan singkat dari para penafsir kuno
Sejumlah penafsir publik domain terdahulu menekankan bahwa kata “segeranya” mengacu pada kepastian waktu Allah; kedatangan Kristus tidak akan terundur. Mereka juga menggeser fokus dari sekadar akhir zaman ke sikap hidup jemaat yang rendah hati dan taat. Kutipan singkat yang relevan dari komentar lama menekankan pengharapan yang http: penuh keberanian iman, meskipun menghadapi penderitaan.
Cross-references yang relevan
Ringkasan
Wahyu 22:20 menutup Alkitab dengan konfrontasi yang menegaskan kedatangan Kristus secara nyata, sambil menyerukan respons iman yang menyatakan “Amin, marilah, ya Tuhan Yesus!” Ayat ini mengajak pembaca untuk hidup dengan harapan, kesetiaan, dan doa yang terus mengarah pada penyataan rencana Allah yang penuh kasih. Penafsiran klasik menguatkan bahwa kedatangan-Nya bukan sekadar peristiwa di masa depan, melainkan panggilan untuk hidup kudus sekarang.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke disertakan hanya jika relevan dan tersedia dalam domain publik. Suatu kutipan singkat yang tepat akan dicantumkan secara langsung di dalam konteks jika ada.