Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 17:1 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 17:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat, yang membawa ketujuh bokor itu, bertutur dengan aku, katanya, "Marilah ke mari, aku hendak menunjukkan kepadamu hukuman atas sundal besar yang duduk pada air yang banyak;
Wahyu 17:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 17:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 19:2 (IDN) »
sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu."

Yeremia 51:13 (IDN) »
Hai engkau yang duduk di tempat air banyak dan yang menaruh banyak harta benda, bahwa kesudahanmu sudah sampai dan perhinggaan kekikiranmupun.

Wahyu 16:19 (IDN) »
Maka negeri yang besar itu pun pecahlah belah tiga, dan segala negeri orang kafir itu pun robohlah, dan negeri Babil yang besar itu tiada dilupakan di hadirat Allah, sehingga ia diberi cawan air anggur, yaitu murka-Nya yang hangat itu.
Wahyu 17:1 (IDN) — Setting dan Makna Awal
Ayat ini langsung membuka bagian serius tentang hukuman atas "sundal besar" dan peran seorang malaikat yang membawa ketujuh bejana murka. Suara malaikat menuntun pembaca masuk ke dalam penglihatan yang menekankan bahwa kejahatan sistemik akan dihakimi secara konkret. Di sini terlihat bahwa Allah tidak membiarkan kejahatan berlarut-larut; kedudukan kosmik Babylonian keserakahan dan kemunafikan akan diruntuhkan di bawah otoritas ilahi.
Apa yang diajarkan teks ini tentang Allah dan iman
Inti pesan ayat ini menegaskan bahwa Allah memegang kendali atas sejarah dan menilai perbuatan dunia yang menyesatkan. Pengakuan bahwa penghakiman Tuhan berangkat dari satu yang ilahi dan bersifat adil meneguhkan iman akan keadilan-Nya, meski sering kali terlihat lama. Malaikat yang menyampaikan ajakan untuk melihat “hukuman” menunjukkan bahwa pembebanan keadilan Tuhan tidak bersifat hampa, melainkan tujuan untuk memurnikan dan memulihkan. Dalam konteks Wahyu, iman percaya bahwa Tuhan mengakhiri komunitas yang menyesatkan memberikan penguatan bagi jemaat yang bertahan dalam iman meskipun menghadapi tekanan dunia yang menipu.
Istilah kunci dan gambaran penting
Cross-references (singkat) dan maknanya
Penjelasan singkat mengenai koneksi: Wahyu 17:1 berfungsi sebagai pintu masuk untuk memahami bagaimana penghakiman Tuhan bekerja dalam sejarah manusia melalui simbol-simbol gemerlap dunia yang menjerat. Gambaran-gambaran dalam Wahyu mengingatkan umat percaya untuk tidak terikat pada kekuasaan duniawi dan untuk menjaga iman di tengah-tengah tekanan budaya.
Aplikasi praktis untuk kehidupan umat percaya hari ini
1) Waspadai “sundal-sundal” modern: pengaruh budaya yang menyepelekan nilai-nilai rohani, konsumerisme berlebihan, atau retorika kepemilikan bisa menarik perhatian kita dari pusat iman kepada Kristus. 2) Tetap teguh dalam iman saat menghadapi tekanan budaya: meskipun sistem dunia tampak glamor, ajakan adalah menilai segala sesuatu dengan kaca kebenaran Alkitab. 3) Ingat bahwa Allah memegang kendali sejarah: penghakiman-Nya adalah bagian dari rencana-Nya untuk membangun kerajaan-Nya yang adil dan menuntun umat pada pemurnian rohani.
Garis besar pandangan para penafsir terdahulu seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kemungkaran sistemik digambarkan secara simbolik, dan bahwa hukum ilahi akan menuntaskan kejahatan tanpa menghapus kebenaran dan rahmat bagi orang percaya. Kutipan singkat yang relevan dari para penafsir klasik menyiratkan: Tuhan melihat semua; keadilan-Nya akan ditegakkan; dan jemaat dipanggil hidup dalam terang Kristus meski dunia mengundang kompromi. (Keterangan kutipan ini disampaikan secara singkat tanpa menampilkan teks penuh).
Penutupan: Ayat ini mengundang umat percaya untuk bernafas dalam pengharapan bahwa Allah, meski menimbang kejahatan dengan serius, tetap memelihara umat-Nya yang setia dan memurnikan dunia sesuai rencana-Nya yang kudus.