Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 17:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 17:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan di dahinya ada tertulis suatu nama, yaitu rahasia, "Babil yang besar, ibu segala sundal dan segala haram yang di bumi."
Wahyu 17:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 17:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 14:8 (IDN) »
Maka ada yang lain lagi, yaitu malaekat yang kedua mengikut dia, serta berkata, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa nafsu zinahnya."

Wahyu 18:2 (IDN) »
Maka bersuaralah ia dengan sekuat-kuat hati, katanya, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar itu, dan telah jadi tempat kediaman segala setan, dan penjara tiap-tiap roh yang najis, dan suatu sangkaran tiap-tiap burung yang najis dan yang dibenci.

Yesaya 3:9 (IDN) »
Muka mereka itu yang tebal itu menjadi saksi atasnya; mereka itu berkata-kata akan segala dosanya dengan tiada malu, seperti orang isi Sodom, tiada disembunyikannya. Wai bagi jiwa mereka itu, karena diadakannya jahat kepada dirinya sendiri!
Wahyu 17:5 (IDN): “dan di dahinya ada tertulis suatu nama, yaitu rahasia, 'Babil yang besar, ibu segala sundal dan segala haram yang di bumi'”
Rangkuman konteks: Wahyu pasal 17 berpusat pada penggambaran seorang perempuan simbolik, yaitu "pelacur", yang menggambarkan kota-kota yang menentang Allah dan sistem kejahatan dunia. Ayat 5 menyingkapkan identitasnya melalui sebuah nama yang tertulis di dahinya; ini menegaskan kebanyakan simbol Yunani-Romawi tentang pengakuan publik, kemewahan, dan kemelihatan kekuasaan yang menyesatkan. “Babil yang besar” di sini bukan hanya merujuk pada suatu kota literal, melainkan pada sistem politik, ekonomi, dan budaya yang menuntun manusia menjauh dari Allah.
Makna utama
Nama rahasia di dahinya menunjukkan identitas tertutup yang berakibat besar bagi dunia. Keberadaan “ibu segala sundal” menandai asal-usul tipu daya yang melahirkan praktik-praktik haram. Penggambaran ini menekankan kemewahan serta kemanjaan dunia yang menjerat hati manusia, tetapi pada akhirnya mengekspos kesesatan yang membawa kemusnahan ilahi. Ayat ini menegaskan bahwa kekuatan duniawi sering menutupi diri dengan kemuliaan palsu, sehingga menuntun bangsa-bangsa menuju penyembahan yang bertentangan dengan Allah.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
- Wahyu 13:1-4; tentang naga dan binatang yang memerintah, menunjukkan bagaimana kekuasaan dunia sering menuntun penyembahan. Penekanan: berbahaya jika kekuatan dunia menyamarkan identitas ilahi.
- Yesaya 47:1-15; menggambar kemegahan Babylon sebagai penjara bagi rakyat, mengilustrasikan bagaimana kemewahan dapat menjadi alat kehancuran jika tidak tunduk pada Tuhan. Penekanan: kemegahan bisa menjadi jebakan bagi iman.
- Matius 6:24; peringatan tentang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, yaitu Allah dan mamon. Penekanan: pilihan kesetiaan lebih utama daripada kemewahan dunia.
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak kita menilai dunia secara jujur: apa yang kita kerjakan, sambut, dan hargai sebagai “kemuliaan” berujung pada pengabdian kepada Allah atau pada nilai-nilai yang menyesatkan? Dalam konteks kita, kemewahan, kepopuleran, atau sistem budaya bisa menjadi tentakel yang menarik iman. Kunci hidup adalah menjaga kesetiaan kita kepada Allah, membedakan antara simbol kemajuan yang benar dengan tipu daya yang menyesatkan, dan menilai kebiasaan serta nilai-nilai yang kita anut berdasarkan firman-Nya.
Ringkasan singkat
Wahyu 17:5 menegaskan identitas simbolik kejahatan dunia sebagai “Babil yang besar,” ibu segala sundal dan haram. Melalui gambaran ini, pembaca diingatkan untuk tetap setia kepada Allah, menghindari penyembahan terhadap kekuasaan duniawi yang menipu, dan menilai budaya serta praktik hidup dengan terang nurani berdasarkan kebenaran ilahi.
Cuplikan pendapat para penafsir terdahulu (ringkas)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa nama di dahi memperlihatkan reputasi publik tentang tipu daya sistem dunia; identitas ini tak bisa dilepas tanpa perubahan hati. Mereka menekankan bahaya kemegahan duniawi yang menipu iman. (Ringkasan pendek dari karya para komentator terkenal yang bersifat publik domain).