Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 17:16 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 17:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kesepuluh tanduk dan binatang, yang engkau tampak itu, akan membenci perempuan sundal itu, lalu menjadikan dia sunyi dan bertelanjang, serta memakan dagingnya, dan membakar dia dengan api.
Wahyu 17:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 17:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 18:8 (IDN) »
Sebab itulah di dalam satu hari segala balanya akan datang, yaitu maut, dan ratap, dan kelaparan; maka ia akan dibakar dengan api; karena kuatlah Allah, Tuhan yang menghukumkan dia.

Imamat 21:9 (IDN) »
Maka sebab itu apabila seorang anak perempuan imam menjadi seorang sundal, maka dihinakannya, bapanya, tak akan jangan perempuan itu dibakar habis dengan api.

Wahyu 18:16 (IDN) »
katanya: Wai, wai negeri besar, yang berhias dengan kain kasa dan kain ungu dan kain merah kirmizi, dan bersalut dengan emas dan permata dan mutiara!
Makna Langsung Wahyu 17:16
Ayat ini menegaskan bahwa sepuluh tanda tanganuk (kerajaan-kerajaan) dan makhluk besar yang telah menampilkan kekuatan dan kemewahan yang menggoda di atas bumi, pada akhirnya akan menentang dan menghancurkan "perempuan sundal" itu, yaitu lambang kemabukan rohani dan kemewahan dunia yang menyesatkan. Kesudahan mereka bukan karena belas kasihan, melainkan karena tindakan manusia yang menolak terang ilahi. Pembuangan, kehinaan, dan pembakaran menggambarkan penolakan Allah terhadap sistem yang menjerat manusia dalam dosa dan kemewahan dunia yang menyesatkan.
Latar Belakang Konteks
Ayat ini berada dalam wahyu simbolik mengenai Pengadilan Akhir atas Babilon rohani dan kuasa-kuasa duniawi yang menipu. Angka sepuluh tusuk tanduk melambangkan kekuasaan politik yang tajam, sementara binatang itu mewakili kekuatan antikristus yang menstrukturkan sistem penipuan. Kejadian ini menegaskan bahwa kekuatan-kekuatan duniawi akan menumpahkan kebencian terhadap sistem yang menyesatkan, dan akhirnya Allah membakar dalam api, menegaskan kehendak-Nya atas keadilan.
Observasi Interpretatif
Inti Teologis
Keberadaan dunia yang menonjolkan daya tarik materi tidak bisa bertahan melawan kehendak Allah yang adil. Pengikut Kristus didorong untuk tidak terikat pada keanggunan duniawi, melainkan bersandar pada realitas kekuasaan Kristus yang akhirnya memberi kemenangan.
Referensi terkait
Garis besar praktik yang relevan
Catatan Kecil tentang Kutipan Musnah (Tafsir Bahasa Lamanya)
Dalam tradisi komentar terdahulu seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ayat-ayat semacam ini sering dikaitkan dengan penghakiman atas sistem dunia yang menonjolkan kedurhakaan. Mereka menekankan bahwa kemenangan Allah tetap pasti meskipun tampak kuatnya kekuasaan duniawi. [Quotations: Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke]
Kaitan Singkat dengan Penuntun Praktis
percepatan kedatangan penghakiman ilahi terhadap kekuatan dunia meneguhkan panggilan gereja untuk hidup secara kudus dan terlepas dari penyembunyian keinginan materi, sambil memohon pembaruan hati oleh Roh Kudus.