Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 18:8 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 18:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebab itulah di dalam satu hari segala balanya akan datang, yaitu maut, dan ratap, dan kelaparan; maka ia akan dibakar dengan api; karena kuatlah Allah, Tuhan yang menghukumkan dia.
Wahyu 18:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 18:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 50:34 (IDN) »
Tetapi kuatlah Penebusnya yang bernama Tuhan semesta alam sekalian! Tak dapat tiada dibantu-Nya akan mereka itu dalam acaranya, sehingga digempakan-Nya bumi dan digentari-Nya akan segala orang Babil.

Yeremia 50:31 (IDN) »
Bahwasanya dari pada pihak-Ku juga berlaku ini atasmu, hai si Congkak! demikianlah firman Tuhan, yaitu Tuhan semesta alam sekalian, karena sudah sampai harimu dan masa apabila Aku membalas kepadamu.

Wahyu 18:9 (IDN) »
Segala raja di dunia, yang sudah berzinah dan duduk dengan lazatnya bersama dengan dia, akan menangis dan meratapkan dia apabila mereka itu memandang asap api yang membakar dia,
Interpretive point utama
Pada Wahyu 18:8, gambaran mendalam tentang kehancuran kota Babilon menunjukkan bagaimana keangkuhan dunia akan diperlambat oleh tindakan Allah yang menghukum secara penuh. Ayat ini menyatakan bahwa dalam satu hari segala balak—maut, ratap, kelaparan—akan datang, lalu ia dibakar dengan api karena kuatnya Allah, Tuhan yang menghukumkan dia. Pesan inti: keadilan Allah terhadap kekacauan moral dan penindasan akan nyata, meskipun layaknya puncak kemuliaan duniawi, Babilon akhirnya runtuh di hadapan otoritas-Nya.
konteks sastra dan alur naratif
Wahyu 18 memuat nubuat kehancuran Babilon, simbol sistem dunia yang menolak Allah. Ayat 8 menegaskan cara cepat dan definitif kehancuran itu: satu hari penuh balak datang bersamaan—kematian, ratap, kelaparan—diikuti pembakaran api yang memualkan. Frasa ini menekankan bahwa hukum Allah tidak hanya menunda, tetapi menuntaskan ketidakadilan dengan kuasa-Nya yang tak tergoyahkan. Dalam konteks pasal, para pembaca dihadapkan pada realita bahwa kekayaan duniawi dan makna glamor Babilon adalah ilusi yang akhirnya ditumpas oleh penghakiman-Nya.
makna teologis utama
Ada dua dimensi teologis penting. Pertama, keadilan Allah ditegakkan: tidak ada sistem yang meniadakan moral, kekuasaan, dan penindasan tanpa respons ilahi. Kedua, kesatuan realitas balasan: maut, ratap, dan kelaparan bukan sekadar gangguan sekilas, melainkan bagian dari manifestasi murka yang bersekutu dengan pembakaran api. Kuatnya Allah di sini menegaskan bahwa kekuatan-Nya bukan untuk menindas manusia secara acak, melainkan untuk menghukum dosa yang menimbulkan penderitaan bagi banyak orang.
koneksi dengan bagian lain Alkitab
Hubungan-hubungan ini menegaskan pola: dunia bisa menipu dengan kemegahan, tetapi Allah memiliki hak prerogatif untuk menilai dan membalas kejahatan dengan cara-Nya sendiri.
pertanyaan refleksi
ringkasan praktis
Ayah bait ini mengarahkan pembaca pada realitas bahwa keadilan Allah tidak bisa diperlambat atau diabaikan dengan kesalehan palsu atau kemewahan dunia. Allah menghitung, menilai, dan menghukum dengan kuasa sempurna. Ujian bagi umat percaya adalah tetap setia kepada-Nya meski sistem dunia memamerkan kemewahan yang menipu.
kutipan singkat dari tokoh berpendapat lama (opsional)
Catatan singkat: Tidak ada kutipan langsung panjang yang disertakan di sini. Gagasan tentang keadilan ilahi dan pembasmian kekuatan kejahatan sejalan dengan pandangan para komentator publik domain lama yang menekankan bahwa pembangkitan di Wahyu menegaskan otoritas Allah dalam mengadili sistem duniawi yang menindas.
cross-references singkat
Kaitan dengan wahyu sebelumnya dan sesudahnya menyoroti realitas penghakiman ilahi. Contoh: nubuat kehancuran Babilon beriringan dengan seruan untuk mengarahkan hati kepada Allah yang berkuasa, bukan kepada kemegahan duniawi. Proses ini juga mengajak pembaca memperhatikan bagaimana dirinya menjalin hubungan dengan Allah di tengah sistem yang roboh.