Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 18:17 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 18:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Di dalam satu jam sahaja lamanya segala kekayaan yang sebegitu besar sudah binasa. Maka tiap-tiap nakhoda kapal, dan tiap-tiap orang pelayaran, dan segala anak perahu, dan seberapa orang yang pencahariannya di laut itu berdiri dari jauh,
Wahyu 18:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 18:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 23:14 (IDN) »
Baiklah kamu menangis, hai segala kapal Tarsis! karena kota bentengmu itu sudah rusak.

Yehezkiel 27:27 (IDN) »
Segala hartamu yang indah-indah dan segala daganganmu dan segala benda perniagaanmu dan segala awak kapalmu dan segala nakhodamu dan mereka yang memakai celahan perahumu dan yang melakukan daganganmu dan segala orang perang yang di dalammu dan segenap orang banyak yang di tengahmu, semuanya tenggelamlah dalam lautan besar pada hari jatuhmu.

Wahyu 17:16 (IDN) »
Maka kesepuluh tanduk dan binatang, yang engkau tampak itu, akan membenci perempuan sundal itu, lalu menjadikan dia sunyi dan bertelanjang, serta memakan dagingnya, dan membakar dia dengan api.
Wahyu 18:17 (IDN)
Di dalam satu jam sahaja lamanya segala kekayaan yang sebegitu besar sudah binasa. Maka tiap-tiap nakhoda kapal, dan tiap-tiap orang pelayaran, dan segala anak perahu, dan seberapa orang yang pencahariannya di laut itu berdiri dari jauh.
Setting seketika: gambaran runtuhnya Babel
Ayat ini berada dalam gambaran runtuhnya kota Babel yang besar dan makmur dalam Wahyu 18. Para penguasa, pelabuhan, pedagang, dan pekerja laut semua terpaksa menyaksikan kejatuhan satu kekuatan yang selama ini tampak tak tergoyahkan. Peristiwa ini menekankan bahwa keangkuhan duniawi dan kekayaan material tidak dapat bertahan di hadapan rencana Allah yang adil dan penuh penghakiman. Runtuhnya Babel mengungkapkan bahwa kemegahan duniawi hanyalah bayangan di hadapan kekudusan Allah yang mengevaluasi semua perbuatan manusia.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa Allah berhak menghukum sistem-sistem dunia yang menindas, menipu, dan menimbulkan ketidakadilan. Ketika kemewahan dunia menipu manusia untuk mengandalkan kekuatan sendiri, Allah menunjukkan bahwa rencana-Nya tidak dapat digoyahkan. Iman yang hidup mempersiapkan orang percaya untuk menolak seruan duniawi yang menyesatkan serta menundukkan diri pada kehendak-Nya, meskipun itu berarti menghadapi kemiskinan relatif atau penganiayaan sementara.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-references yang relevan menolong memahami tema:
Penjelasan singkat: ayat-ayat yang berdekatan menekankan bahwa kemuliaan duniawi akan dipatahkan dan semua pengaruhnya akan dinilai oleh Allah yang adil.
Aplikasi praktis untuk masa kini
1) Menghindari pengidolahan kekayaan: fokus hidup pada kesetiaan pada Allah, bukan pada keuntungan materi yang sementara. 2) Kewaspadaan terhadap kehendak dunia: tidak mudah terpengaruh promosi kemewahan yang menutup mata terhadap keadilan dan integritas. 3) Ketekunan iman: meskipun dunia runtuh di mata manusia, umat percaya tetap berada dalam tangan Allah yang setia dan mengarahkan tujuan hidup bagi kemuliaan-Nya.
Catatan singkat dari para komentator terdahulu (kutipan singkat)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kebanggaan duniawi akan runtuh di hadapan penghakiman Allah, dan umat percaya dipanggil hidup saleh serta penuh harap. Mereka menyoroti gambaran hilangnya kemewahan secara mendadak sebagai peringatan bahwa tidak ada kekayaan yang dapat menahan keadilan ilahi.
Ringkasan terintegrasi
Ayat Wahyu 18:17 menegaskan bahwa kemewahan dunia bisa runtuh secara mendadak ketika keadilan Allah dinyatakan. Dalam konteks iman Kristen, ayat ini mengajak pembaca untuk menempatkan harapan pada Allah yang memerintah atas sejarah, menghindari pengorbanan integritas demi kekayaan, dan menjalani hidup yang percaya serta taat meskipun dunia mengundang dengan tawaran yang tampak megah.