Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 18:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 18:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Balaskanlah kepadanya seperti yang diperbuatnya, dan perbuatlah dua kali ganda daripada segala perbuatannya; maka di dalam cawan yang telah dicampurkannya, campurkanlah baginya dua kali ganda.
Wahyu 18:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 18:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 50:15 (IDN) »
Bersorak-soraklah kelilingnya! ia menyerahkan dirinya; telah robohlah segala bangun-bangunannya, dirombak oranglah akan segala pagar temboknya! karena inilah pembalasan dari pada Tuhan; balaslah kepadanya dan buatlah akan dia sama seperti yang telah dibuat olehnya!

Mazmur 137:8 (IDN) »
Hai puteri Babil, yang akan dibinasakan kelak! berbahagialah kiranya orang yang membalas kepadamu segala jahat yang telah kauperbuat akan kami.

Yeremia 50:29 (IDN) »
Biarlah kedengaran bunyimu kepada Babil, hai segala orang pemanah! hai kamu sekalian yang membentang busur! beraturlah tentara; kepungilah akan dia berkeliling; jangan ada seorang jua pun yang lari berlepas dirinya; balaslah kepadanya segala perbuatannya; buatlah akan dia setuju dengan segala sesuatu yang telah dibuat olehnya; karena dengan sombongnya ia sudah mendurhaka kepada Tuhan, Yang Mahasuci orang Israel.
Makna Ayat
Wahyu 18:6 menuntun pembaca untuk melihat pembalasan atas keburukan sistema dunia ini. Ayat ini memerintahkan agar balas dendam terhadap Babilon dilakukan secara tepat sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya, bahkan dua kali lipat dalam cawan yang dicampurkannya. Intinya adalah keadilan Allah yang menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan jahat dan kemewahan yang merugikan orang lain.
Latar Kontekstual
Pasangan ayat ini berada dalam bagian Wahyu yang menggambarkan kejatuhan Babilon, simbol dari sistem dunia yang menindas, menipu, dan menumpuk kekayaan demi kepentingan diri sendiri. Penggambaran balas dendam yang dua kali lipat menunjukkan tingkat hukuman yang sesuai dengan tingkat kejahatan: semakin besar kedurhakaan, semakin berat hukuman yang diletakkan di atasnya. Konteks kitab Wahyu menekankan bahwa penghakiman ilahi tidak mengabaikan korban yang tersakiti oleh kekejaman, penipuan, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Inti Tema
Hubungan dengan Ayat-Ayat Lain
1) Keadilan Ilahi dipertegas dalam banyak bagian Wahyu: Allah membalas atas perbuatan jahat dan menilai setiap tindakan dengan tepat. 2) Analogi dua kali lipat juga muncul dalam konteks hukuman simbolik terhadap kejahatan yang melibatkan sokongan duniawi. 3) Panggilan untuk pertobatan berulang-ulang dalam Wahyu menyoroti peluang terakhir bagi umat manusia sebelum akhirnya penghakiman penuh.
Aku Biarkan Ketika Mengaplikasikan
Apa yang kita pelajari adalah kesadaran bahwa Allah Mahakuat menilai kejahatan secara adil, namun juga berbelas kasih melalui panggilan pertobatan. Hidup kita diajak menjauhi ketamakan, penindasan, dan penyamaran moral. Dalam praktiknya, kita diajak hidup dengan integritas, keadilan untuk yang tertindas, dan mengandalkan Tuhan sebagai pelindung.
Cross-references:
Inti kutipan singkat dari tokoh tafsir terdahulu: Beberapa rujukan klasik menekankan bahwa balasan dua kali lipat menggarisbawahi beratnya kejahatan Babilon terhadap dunia. (Kutipan ringkas: "balasan dua kali lipat" diartikan sebagai hukuman yang sepenuhnya sepadan dengan perbuatan jahat.)
Kesimpulan praktis: Jangan menambahi kebejatan dunia; sebaliknya hidup suci dan adil, sebab penghakiman Allah adalah nyata dan dekat.