Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 18:15 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 18:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Segala saudagar dagangan ini, yang sudah dikayakan olehnya, akan berdiri dari jauh sebab takut akan sengsaranya, sambil menangis dan meratap,
Wahyu 18:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 18:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 18:3 (IDN) »
Karena segala bangsa sudah mabuk dengan air anggur sundal itu yang menaikkan nafsu zinahnya, dan segala raja di bumi pun berzinahlah dengan dia, dan segala saudagar di bumi ini pun makin kaya dari sebab tersangat limpah kemewahannya."

Kisah Para Rasul 19:24 (IDN) »
Karena ada seorang bernama Demeterius, tukang perak menempa rumah-rumahan berhala Artemis dengan perak, yang mendatangkan pekerjaan banyak kepada tukang-tukang itu.

Yehezkiel 27:31 (IDN) »
Dan digundulkannya dirinya oleh karenamu, dan ia berpakaikan kain karung dan menangisi engkau dengan kepahitan hatinya dan dengan ratap yang amat pahit.
Makna Ayat Wahyu 18:15 (IDN)
Inti ayat ini menggambarkan para pedagang besar yang telah menjadi kaya karena kemewahan Babilon, tetapi ketika kota itu runtuh, mereka berdiri jauh sambil meratap karena kehilangan harta dan keamanan yang selama ini mereka andalkan.
Latar belakang konteks
Wahyu pasal 18 menyingkap kehancuran Babilon, simbol sistem dunia yang menindas, materialistis, dan penyebab penindasan rohani. Ayat ini menyoroti reaksi para saudagar dagangan yang dulu mendapat keuntungan besar dari perdagangannya. Mereka menonton dari kejauhan, karena takut akan sengsara yang datang bersama runtuhnya kota dagang yang telah membesarkan mereka secara ekonomi dan sosial.
Interpretasi kunci
Garis besar tema yang relevan
Referensi silang yang relevan
1) Matius 6:19-21 menegaskan bahwa harta di dunia bersifat sementara; fokus pada harta di surga membawa ketenangan hati. Penjelasan singkat: pembacaan ini membantu memahami mengapa pedagang yang dulu merasa aman akan kehilangan rasa aman mereka ketika Babilon runtuh.
2) Wahyu 17-18 menggambarkan asal-usul sistem yang menindas dan how ia berakhir; pedagang bukan pusat penderitaan, melainkan bagian dari konsekuensi sistem yang ditolak Allah.
3) Lukas 12:15-21 mengingatkan bahaya ketamakan; kekayaan tidak menjamin keamanan hidup di hadapan Tuhan.
Pengamatan praktis yang singkat
Ringkasan gabungan
Ayat ini menegaskan bahwa kebanggaan duniawi karena kekayaan seringkali rapuh. Reaksi para pedagang menunjukkan bagaimana orang berusaha menjaga kenyamanan material walau berada di bawah kuasa sistem yang dijatuhkan Allah. Tafsiran ini mengajak pembaca untuk menilai kembali prioritas hidup: fokus pada iman dan keadilan Allah daripada keamanan yang bersandar pada kemewahan dunia.
Quotations from older commentators (cite only exact short phrases if used):
“Segala saudagar dagangan ini, yang sudah dikayakan olehnya...” (Wahyu 18:15)
Catatan editor
Penekanan di sini adalah memahami reaksi manusia terhadap runtuhnya Babilon sebagai panggilan untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, bukan mencari perlindungan dalam kekayaan maupun kepentingan duniawi yang sementara.