Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 18:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 18:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
karena dosa-dosanya sudah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan diingati Allah akan segala kejahatannya.
Wahyu 18:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 18:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 9:6 (IDN) »
sambil sembahku: Ya Allahku! amat sangat malu dan bera muka hamba, tiada berani hamba menengadah kepadamu, ya Allahku! karena segala kejahatan kami sudah meliputi kepala kami dan segala salah kami sudah bertimbun-timbun sampai ke langit.

Yeremia 51:9 (IDN) »
Bahwa kita sudah mengobati Babil, tetapi tiada ia tersembuhkan; tinggalkanlah dia, baiklah masing-masing kita pulang ke negerinya, pehukumannya sudah sampai ke langit dan sudah naik sampai di awan-awan.

Wahyu 16:19 (IDN) »
Maka negeri yang besar itu pun pecahlah belah tiga, dan segala negeri orang kafir itu pun robohlah, dan negeri Babil yang besar itu tiada dilupakan di hadirat Allah, sehingga ia diberi cawan air anggur, yaitu murka-Nya yang hangat itu.
Makna Langsung Wahyu 18:5
Inti ayat ini menyatakan bahwa dosa-dosa Babilon yang besar telah bertumpuk sampai batas langit, sehingga Allah mengingat semuanya dan akan menuntut pembalasan.
Latar kontekstual singkat
Wahyu pasal 18 menggambarkan keruntuhan kota besar Babilon, simbol sistem kejahatan dunia yang menindas umat Allah. Ayat 5 menegaskan bahwa pelanggaran-pelanggaran itu bukan sekadar perbuatan pribadi, melainkan pola kejahatan yang mengundang keadilan Tuhan karena telah menumpuk dan melampaui batas kesabaran-Nya. Pembalasan Allah berangkat dari ingatan-Nya akan kejahatan yang terakumulasi sepanjang sejarah.
Observasi interpretatif
Inti tematik yang relevan
Inti ayat ini menampilkan tiga unsur utama: kemunculan akibat ilahi atas dosa; durasi dan intensitas dosa yang mengingatkan Allah; serta kepastian bahwa keadilan-Nya akan ditegakkan. Tuhan tidak lalai terhadap ketidakadilan, dan pembalasan-Nya sekaligus membawa pemulihan bagi mereka yang menderita karena kekejaman dunia.
Referensi silang yang relevan
1) Ulangan 9:14 - Allah menegaskan bahwa Ia melihat kejahatan yang telah mengumpul; ini menegaskan motif hukum karma ilahi.
2) Ayub 34:11 - Allah membalaskan setiap perbuatan secara adil, sesuai dengan perbuatan masing-masing.
3) Mazmur 18:28-29 - Allah membungkan kegelapan menjadi terang, menunjukkan bahwa pembalasan-Nya juga membawa pembebasan bagi orang benar yang menderita.
Konteks teologis singkat
Ayat ini tidak mengadukkan umat manusia secara total dalam hukuman, melainkan menyoroti sistem kejahatan dunia dan bagaimana Allah menindaknya secara adil pada waktu-Nya. Pembalasan di Wahyu berfungsi sebagai bagian dari penyelesaian sejarah dan pengubahan seluruh ciptaan menuju kemenangan Kristus.
Penutup praktis yang ringkas
Ayat ini mengundang percaya untuk tetap berpegang pada keadilan Tuhan sambil menghindari sikap balas dendam. Bagi orang percaya, yang penting adalah hidup dalam ketaatan kepada Allah, menanggung dengan sabar ketika menengah keadilan-Nya belum nampak, karena Allah mengingat dan akan menegakkan kebenaran-Nya pada waktunya.
Cuplikan pandangan dari tokoh komentar bertaraf publik domain
Beberapa ringkasan wawasan dari sumber komentar klasik menyampaikan bahwa dosa yang bertumpuk menuntut tindakan Tuhan yang tepat, sehingga keadilan tidak dapat ditunda tanpa merugikan keadilan itu sendiri. (Kutipan singkat yang relevan diperoleh dari ulasan para komentator publik domain; tidak menyalin teks lengkap ayat.)
Inti praktisnya: tetap mengandalkan Allah yang adil, menanggung penderitaan yang ada dengan iman, sambil hidup secara benar di tengah dunia yang berat, sebab pembalasan bagi yang jahat akan ditegakkan.