Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 13:1 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 13:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(12-18) Lalu berdirilah ia di atas pantai laut. (13-1) Maka aku tampak pula seekor binatang buas ke luar dari dalam laut, yang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, dan di atas tanduknya itu bermakota sepuluh, dan di kepalanya beberapa nama hujat.
Wahyu 13:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 13:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 12:3 (IDN) »
Maka kelihatanlah suatu alamat yang lain pula di langit, yaitu ada seekor naga besar yang merah menyala, berkepala tujuh, dan bertanduk sepuluh, dan di kepalanya bermakota tujuh;

Wahyu 17:3 (IDN) »
Maka ia membawa rohku ke padang belantara, lalu aku nampak seorang perempuan duduk di atas seekor binatang merah kirmizi, yang katup dengan nama hujat, dan yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh.

Daniel 7:23 (IDN) »
Lalu katanya demikian: Bahwa binatang yang keempat itulah kerajaan yang keempat, yang akan ada di atas bumi dan yang akan berlainan dengan segala kerajaan, maka ia itu akan makan habis akan segenap isi bumi dan memijak-mijak dia, dan menghancurkan dia.
Wahyu 13:1 (IDN): Ayat yang menampilkan binatang buas dari laut
Pada konteks Wahyu pasal 13, Yohanes melihat dua makhluk hidup yang berperan penting dalam alegori penyingkapan akhir zaman: seekor binatang dari laut dan seekor binatang dari bumi. Ayat Wahyu 13:1 menggambarkan kemunculan pertama binatang buas dari laut, simbol kekuasaan dunia yang menentang Allah. Gambaran ini mengikuti penglihatan tentang sang domba yang membuka segel-segel, menegaskan bahwa kekuatan jahat akan berusaha meniru otoritas ilahi dengan cara yang menakutkan dan megah. Dalam konteks kitab Wahyu, binatang dari laut mewakili pemerintahan manusia yang menentang Kristus, sering dipahami sebagai kekuasaan politik dan penyebab represi terhadap orang percaya.
Makna utama ayat ini
Gambaran binatang buas bertanduk sepuluh, berkepala tujuh, dengan mahkota sepuluh di antara tanduk-tanduknya, menekankan kekuatan, kebingungan, dan kebanggaan dunia yang menentang kehendak Allah. Tanduk sering dipakai untuk simbol kekuasaan, sedangkan kepala mewakili kepemimpinan dan mungkin juga luka-luka sejarah. Narasi ini menyiapkan fanal bagi konflik antara kebenaran Allah dan sistem-sistem dunia yang menolak-Nya.
Tema-tema kunci
Ayat-ayat silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab yang sejalan dengan gambaran Wahyu 13:1 meliputi:
Aplikasi praktis
Ayat ini mengingatkan orang percaya untuk tidak terpesona oleh kemegahan dunia yang menampilkan diri sebagai solusi atas semua masalah. Seringkali kekuasaan, kekayaan, atau kemasyhuran menarik perhatian, tetapi ajakan alkitabiah adalah tetap setia kepada Allah, meskipun menimbulkan tekanan. Doa, komunitas iman, dan kesaksian hidup yang tunduk pada Kristus menjadi perlindungan dalam menghadapi pengaruh dunia yang menentang nilai-nilai kerajaan Allah.
Referensi silang singkat
Beberapa koneksi penting:
Rangkuman singkat
Ayat ini menandai pengenalan gambaran binatang buas dari laut sebagai simbol kuasa dunia yang menentang Allah. Dengan tanduk-tanduknya, kepala-kepalanya, dan mahkota-mahkotanya, gambar ini menyiapkan arah narasi Wahyu: ujian iman akan kekuasaan dunia dan ajakan kepada umat percaya untuk tetap teguh pada Kristus meskipun menghadapi tekanan luar biasa. Seruan dari nasihat para penafsir lama menegaskan bahwa penggenapan makhluk ini berada dalam palu kehendak Allah, dan akhir kisah adalah kerajaan-Nya yang kekal.
Catatan singkat dari sumber-sumber teolog publik domain: Amanat umum dari para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan makna simbolis kekuasaan dunia yang menentang Allah, serta pentingnya kesetiaan iman. Perhatikan bahwa kutipan lengkap dari teks mereka dapat ditemukan dalam karya-karya asli mereka dan tidak selalu tersedia secara utuh di sini; jika ada kutipan pendek yang relevan, akan disertakan dalam konteks yang sesuai.