Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 13:15 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 13:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ia pun diberi kuasa memberi nafas kepada patung binatang itu, supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh,
Wahyu 13:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 13:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 20:4 (IDN) »
Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya.

Wahyu 19:20 (IDN) »
Maka binatang itu pun tertangkaplah beserta dengan nabi palsu yang sudah mengadakan beberapa tanda ajaib di hadapannya. Dengan itu ia menyesatkan segala orang yang bertanda binatang itu, dan yang menyembah patungnya; maka keduanya itu dicampakkan hidup-hidup ke dalam laut api yang bernyala dengan belerang;

Wahyu 16:2 (IDN) »
Maka malaekat yang pertama itu pun pergilah, lalu mencurahkan bokornya ke bumi; maka ia itu menjadi suatu penyakit pekung yang busuk dan bisa ke atas segala orang yang ada bertanda binatang itu dan yang menyembah patungnya itu.
Makna Ayat Wahyu 13:15 (IDN)
Ayat ini menyatakan bahwa patung binatang diberi kuasa untuk menghidupkan dirinya lewat nafas sehingga patung itu bisa berbicara, dan pada akhirnya membinasakan semua orang yang tidak menyembah patung itu. Inti pesannya adalah kekuasaan ilahi yang mengizinkan tindakan kejahatan ekstrem sebagai ujian iman bagi umat manusia pada masa penentuan akhir zaman.
Latar belakang konteks
Bagian Wahyu pasal 13 menggambarkan dua binatang: binatang pertama (antikristus) yang memerintah di bumi, dan binatang kedua yang bekerja dengan kebijaksanaan dan keajaiban palsu untuk menipu manusia. Ayat ini menekankan otoritas yang diberikan kepada patung binatang untuk mengeluarkan suara dan menuntut penyembahan, sehingga mereka yang menolak bisa dikenai hukuman pembunuhan. Gambaran ini memakai bahasa simbolis khas kitab Wahyu tentang konflik antara setia kepada Allah dan pengaruh kejahatan yang menuntut loyalitas tanpa kompromi.
Observasi interpretatif
Garis besar tema
Rujukan terkait (penjelasan singkat)
- Wahyu 13:14–15: Penggambaran bagaimana kebohongan dan keajaiban palsu memandu penyembahan global; menekankan bahwa loyalitas diuji secara publik.
- Wahyu 14:9–11: Perbandingan konsekuensi bagi mereka yang menyembah binatang dengan ancaman pemurnian dan kemuliaan bagi yang setia kepada Allah.
- Daniel 3:16–18: Contoh ujian kepercayaan pada masa konflik iman dengan tekanan sosial dan pengaruh kekuasaan dunia.
Aplikasi praktis yang wajar
Cuplikan pandangan beberapa komentar publik domain
Dalam catatan Adam Clarke, ungkapan tentang patung yang berbicara dipahami sebagai simbul gagasan bahwa kebohongan dan kekuasaan dunia bisa meniru otoritas ilahi; Clarke menekankan konsekuensi serius bagi mereka yang menolak mujizat palsu. Sementara Albert Barnes menekankan bahwa ujian ini menunjukkan kepalsuan penyembahan duniawi, dan Matthew Henry menyoroti perlunya iman yang hidup dalam menghadapi ancaman moral ekstrem. (Catatan: kutipan lengkap disediakan sebagai bagian dari sumber komentar publik domain, jika tersedia).
Inti ajaran: Allah tetap berdaulat; pengujian iman akan datang dalam berbagai bentuk terakhir zaman, dan umatNya dipanggil untuk tetap setia kepada Kristus meski ada ancaman.