Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 16:2 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 16:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka malaekat yang pertama itu pun pergilah, lalu mencurahkan bokornya ke bumi; maka ia itu menjadi suatu penyakit pekung yang busuk dan bisa ke atas segala orang yang ada bertanda binatang itu dan yang menyembah patungnya itu.
Wahyu 16:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 16:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 8:7 (IDN) »
Maka malaekat yang pertama itu meniup sangkakalanya, lalu turunlah hujan batu dan api bercampur dengan darah, maka sekaliannya itu dicurahkan ke bumi. Lalu hanguslah sepertiga bumi itu, dan hanguslah sepertiga segala pohon kayu, dan hanguslah segala rumput yang hijau itu.

Wahyu 13:15 (IDN) »
Maka ia pun diberi kuasa memberi nafas kepada patung binatang itu, supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh,

Wahyu 16:11 (IDN) »
serta menghujat Allah yang di surga sebab sakitnya dan pekungnya itu; maka tiada juga mereka itu bertobat daripada perbuatannya itu.
Interpretive Point
Malaikat pertama dalam Wahyu 16 adalah bagian dari serangkaian plau-surga yang mengguncangkan bumi sebelum kedatangan Kristus. Ayat ini menekankan respons manusia terhadap kemuliaan ilahi: mereka yang bertanda binatang dan menyembah patungnya akan merasakan akibat langsung dari kutukan ilahi melalui penyakit yang pekung dan busuk. Intinya, panggilan untuk bertobat tegas, karena keangkuhan manusia akan dipatahkan melalui takhta Tuhan yang ditegakkan atas sistem yang menolak Allah.
konteks sastra
Ayat ini bagian dari wahyu serupa tujuh malapetaka. Malaikat yang menyiram bumi dengan bokor berfungsi sebagai alat hukuman yang menyorot terkaitnya dengan penyembahan berhala dan ketidaksetiaan umat manusia. Gambaran penyakit pekung menunjukkan bahwa dosa penyembahan berhala membawa dampak yang tidak hanya spiritual, tetapi juga fisik dan sosial. Hal ini memperlihatkan hubungan antara kemurtadan rohani dan kemalangan jasmani dalam nubuatan akhir zaman.
Signifikansi teologis
Ayat ini menekankan :
Kaitan dengan ayat-ayat lain
Beberapa referensi lintas yang relevan untuk memahami tema ini:
Penjelasan singkat: hubungan antara penyembahan berhala dan dampak fisik maupun rohani menegaskan bahwa pilihan manusia memiliki konsekuensi nyata, dan panggilan Alkitab adalah kembali kepada Allah yang hidup.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Wahyu 16:2 menegaskan bahwa tindakan menghadapkan diri kepada Allah dengan iman yang benar membawa perlindungan dan pemulihan, sedangkan menolak-Nya membawa konsekuensi yang terfragmentasi, termasuk sarkasme terhadap kemusyrikan. Seruan Wahyu adalah untuk tetap setia pada Kristus, meskipun menghadapi kritik dunia dan hukuman ilahi yang menegaskan kekuasaan Allah atas sejarah.
Quotations from classical commentators (selected)
Catatan singkat: Beberapa komentar klasik menekankan bahwa kutukan fisik adalah simbolik dari ketidaksetiaan rohani dan menunjukkan bahwa kejatuhan manusia menyentuh seluruh aspek kehidupan ketika tidak ada perlindungan iman.
Referensi silang singkat
Kel. 20:3-5; Yes. 44:9-11; Kol. 3:5