Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 16:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 16:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
karena orang-orang itu sudah menumpahkan darah segala orang suci dan nabi-nabi, dan Engkau telah memberi mereka itu minum darah. Hal itu berpadanlah dengan perbuatan mereka itu."
Wahyu 16:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 16:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 49:26 (IDN) »
Maka akan segala orang yang menganiayakan dikau Kuberi makan kelak dagingnya sendiri; mereka itu akan minum darahnya sendiri sampai mabuk, seperti dari pada air anggur; maka akan diketahui oleh segala manusia, bahwa Aku ini Tuhan, Juruselamatmu, dan Penebusmu, yang Mahakuasa orang Yakub.

Wahyu 11:18 (IDN) »
Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini."

Wahyu 6:10 (IDN) »
maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?"
InterpretativePoint: Pembalasan adil atas darah para martir
Purasnya ayat Wahyu 16:6 menegaskan bahwa Tuhan membalas perbuatan kejam terhadap orang-orang percaya. Umat yang telah menumpahkan darah orang suci dan nabi-nabi akan diberi minum darah sebagai bentuk hukuman yang sejalan dengan tindakan mereka. Ayat ini menegaskan prinsip keadilan ilahi: pembalasan tidak bersifat emosional semata, melainkan sesuai dengan sifat Tuhan yang kudus dan benar.
Konteks sastra dan alur kisah
Ayat ini berada dalam rangkaian tujuh malapetaka yang membinasakan di Wahyu. Ketika pedang ilahi dicabut atas bumi, suasana dunia menunjukkan intensitas kejahatan yang telah melampaui batas. Pernyataan bahwa orang-orang itu “menumpahkan darah segala orang suci dan nabi-nabi” menyoroti kebejatan mereka terhadap sakralitas iman umat Allah, dan bagaimana bala amanat Allah menanggung keadilan melalui konsekuensi simbolik—minum darah—sebagai akibat langsung dari perbuatan mereka. Ini juga menegaskan bahwa korban para martir tidak dilupakan di hadapan Allah, melainkan dipakai sebagai alat untuk menyatakan keadilan-Nya di akhir zaman.
Signifikansi teologis
Cross-referensi singkat
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Wahyu 16:6 menegaskan bahwa Allah tidak mengabaikan kejahatan terhadap orang-orang saleh. Hukuman yang dinyatakan dalam bahasa simbolik ini menegaskan bahwa keadilan ilahi akan ditegakkan secara tepat sesuai dengan kejahatan yang dilakukan, sekaligus menguatkan harapan bagi umat Allah bahwa pembalasan bukanlah tindakan manusia, melainkan pekerjaan Tuhan yang kudus dan benar.
Catatan karangan para penafsir terdahulu (kutipan singkat)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa bahasa kitab wahyu sering memakai simbol untuk menyampaikan keadilan akhir zaman. Their brief remarks highlight the proportionality of punishment to sin, and that divine judgment serves as both correction and vindication of the martyrs. (Keterangan ringkas dari tafsiran umum para komentator publik domain.)