Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 11:18 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 11:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini."
Wahyu 11:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 11:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 20:12 (IDN) »
Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu.

Wahyu 19:5 (IDN) »
Maka kedengaranlah suatu suara dari arasy itu berkata, "Pujilah Tuhan kita, hai kamu sekalian hamba-Nya yang takut akan Dia, baik kecil baik besar."

Wahyu 13:10 (IDN) »
Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan, ia sendiri tak dapat tiada masuk ke dalam tawanan; barangsiapa yang membunuh orang dengan pedang, ia sendiri tak dapat tiada akan dibunuh dengan pedang. Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar dan iman.
Setting dan Inti Teks Wahyu 11:18 (IDN)
Ayat ini berada dalam bagian Wahyu yang menggambarkan penghakiman terakhir dan pemulihan khalayak Allah. Yohanes melihat penghukuman atas bangsa-bangsa yang menindas bumi serta pemberian upah kepada hamba-hamba Allah, nabi-nabi, orang suci, dan mereka yang takut akan nama-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa kemarahan manusia sementara telah berlangsung, namun murka Allah telah mencapai puncaknya pada saat penghakiman dan pembalasan terakhir.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
- Allah Mahakuasa adalah Hakim yang adil. Segala tindakan manusia, termasuk kefanatikan kafir, akhirnya menghadapkan mereka pada murka-Nya.
- Pemberian pahala kepada hamba-hamba Allah menunjukkan pemerataan bayaran hakiki: nabi-nabi, orang-orang suci, dan mereka yang takut akan nama-Nya akan menerima upah karena kesetiaan mereka di hadapan Allah.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Cross-references (singkat, dengan penjelasan singkat)
Penjelasan singkat yang relevan dari tokoh-tokoh berpendapat umum (tanpa kutipan panjang)
Beberapa penafsir berpendapat bahwa ayat ini menekankan kepastian penghakiman atas segenap penolakan terhadap Allah dan pemberian upah bagi kesetiaan murid-murid-Nya. Fokusnya bukan sekadar hukuman, melainkan pembalasan atas penindasan dan pemurnian dunia menuju bentuk kemuliaan Allah yang baru.
Aplikasi praktis bagi masa kini
Ringkasan: Wahyu 11:18 menggarisbawahi dua tema utama: keadilan Allah yang tak terbantahkan terhadap pelaku kejahatan, dan ganjaran kekal bagi orang-orang yang setia kepada Allah. Dalam konteksnya, pengabdian nabi-nabi dan orang-orang yang takut akan nama Tuhan tidak akan sia-sia.
Penutup dengan gambaran konteks
Ayat ini menutup babak yang menegaskan struktur ilahi: marah manusia berganti dengan murka Allah yang adil; penghargaan bagi orang percaya menandai pemulihan bumi dan pengakhiran segala kejahatan. Umat percaya dipanggil merespons dengan iman, kesetiaan, dan hidup yang mencerminkan takut akan nama Tuhan.