Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 11:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 11:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, api keluar dari dalam mulutnya memakan segala seterunya; dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, maka tak dapat tiada ia akan mati atas peri demikian.
Wahyu 11:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 11:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 5:14 (IDN) »
Maka sebab itu firman Allah, Tuhan serwa sekalian alam, demikian: Tegal kata kamu begini, bahwasanya maka firman-Ku yang di dalam mulutmu itu Kujadikan api kelak dan bangsa ini akan kayu, supaya mereka itu dimakan habis olehnya.

2 Raja-raja 1:10 (IDN) »
Tetapi sahut Elia kepada panglima laskar lima puluh orang itu: Jikalau kiranya aku ini aziz Allah, biarlah turun api dari langit dan makan habis akan dikau serta dengan lima puluh orang laskarmu itu. Maka api itupun turunlah dari langit dan makan habis akan panglima itu serta dengan laskarnya lima puluh orang itu.

Yesaya 11:4 (IDN) »
Melainkan orang miskin akan dihukumkannya dengan adil dan dibenarkannya hal orang yang tiada dapat melawan itu dengan kebetulan; dengan cemeti mulutnya ia akan menyesah segala penganiaya dan dengan nafas bibirnya akan dibunuhnya segala orang fasik.
Hub interpretasi utama
Teks Wahyu 11:5 menggambarkan otoritas ilahi yang melampaui segala ancaman manusia: api yang keluar dari mulut nabi perwakilan Allah mempanahkan musuh-musuhnya; gagasan ini meneguhkan keutuhan misi pelayan Tuhan dan kekuatan firman Allah yang hidup untuk menghancurkan kejahatan yang menentang kedudukan-Nya.
Konteks sastra dan aliran narasi
Amanat kitab Wahyu berputar pada kesaksian dua saksi yang mewakili umat percaya dan umat pilihan Allah pada masa yang penuh penganiayaan. Firman ini mengilustrasikan bagaimana otoritas ilahi bekerja melalui kesaksian itu, bahkan jika manusia mencoba merusaknya dengan kekuatan dunia. “Api” ini memakai simbol Yahudi klasik untuk kuasa memusnahkan; ia menegaskan bahwa perlindungan ilahi bagi saksi-saksi Tuhan disertai dengan kemampuan menolak ancaman secara tegas, sesuai dengan peran mereka sebagai saksi yang membawa kebenaran Allah di tengah penentangan.
Signifikansi teologis
Beberapa pelajaran pokok muncul. Pertama, Allah memberi saksi-Nya kekuatan perlindungan dan otoritas untuk menegakkan firman-Nya. Kedua, pernyataan ini mengingatkan umat percaya bahwa keberanian di hadapan penindasan tidak berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari penyertaan ilahi. Ketiga, momen ini mengintensifkan tema penghakiman dan pemurnian: mereka yang mencoba merusak ketaatan terhadap Allah akan merasakan akibat yang tepat.
Rangkaian lintas Alkitab
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Wahyu 11:5 meneguhkan bahwa oposisi dunia terhadap Allah tidak mematahkan kebenaran-Nya. Allah memberikan kuasa bagi saksi-Nya untuk melindungi misi-Nya melalui firman yang hidup—sebuah gambaran elegan tentang keutuhan rencana-Nya dan keteguhan umat beriman di bawah perlindungan-Nya.
Rujukan singkat
Beberapa pandangan dari penafsir publik domain lama memberi gambaran bagaimana kuasa ilahi bekerja melalui umat-Nya dalam menghadapi ancaman, dengan catatan berikut sebagai bantalan pemahaman: