Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 19:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 19:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kedengaranlah suatu suara dari arasy itu berkata, "Pujilah Tuhan kita, hai kamu sekalian hamba-Nya yang takut akan Dia, baik kecil baik besar."
Wahyu 19:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 19:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 134:1 (IDN) »
Nyanyian Hamaalot. -- Bahwasanya segala hamba Tuhan itu memuji-muji Tuhan dan mereka itu sekalian yang berdiri dalam rumah Tuhan pada tiap-tiap malam.

Mazmur 148:11 (IDN) »
Hai segala raja di bumi dan segala bangsa, hai segala penghulu dan segala hakim yang di atas bumi!

Wahyu 19:5 (IDN): Makna dan Konteksnya
Pada bagian Wahyu 19, umat Allah bersukaria atas kemenangan Kristus atas kejahatan. Ayat 5 menampilkan jeritan langit yang menyerukan puji-pujian kepada Tuhan, khususnya bagi semua hamba-Nya yang takut akan Dia—baik yang kecil maupun yang besar. Dalam konteks ini, suara dari arasy menegaskan respons jemaat terhadap kedaulatan Tuhan, bahwa kemuliaan-Nya layak diterima oleh semua orang dengan sikap takut akan Tuhan dan ketundukan penuh.
Makna sentral
Ayat ini menekankan pemuliaan publik atas Tuhan setelah pertempuran rohani yang menentukan sejarah keselamatan. “Pujilah Tuhan kita” adalah panggilan untuk mengangkat namanya di hadapan semua makhluk; “hai kamu sekalian hamba-Nya yang takut akan Dia” menunjukkan bahwa kerendahan hati dan taat adalah jalan utama untuk menjalin hubungan benar dengan Allah. Tidak ada pilih kasih di antara kecil maupun besar—kecantikan kemuliaan Allah meliputi semua orang yang menaati-Nya.
Tema-tema kunci
Cross-references (singkat)
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons kehadiran Allah dalam kehidupan kita sehari-hari? Mulailah dengan sikap takut akan Tuhan: patuh pada Firman-Nya, menjauhi dosa, dan hidup dengan integritas. Pujian kita tidak sekadar kata-kata saat ibadah, tetapi juga tindakan kasih, keadilan, dan kesetiaan dalam pekerjaan, keluarga, serta komunitas gereja.
Ringkasan singkat
Wahyu 19:5 menegaskan bahwa dalam kemuliaan akhir zaman, semua hamba Tuhan yang takut akan Dia dipanggil untuk memuji-Nya secara luas. Ayat ini menutup gambaran peperangan rohani dengan penetapan bahwa kebenaran dan kuasa Tuhan layak disembah oleh semua orang tanpa kecuali.
Cuplikan pendek dari komentator terpublik domain yang relevan: Matthew Henry menekankan bahwa pujian mengekspresikan kedudukan Allah sebagai Sumber keselamatan; Adam Clarke menyorot bahwa takhta Allah mengundang respons syukur dari semua lapisan jemaat; Albert Barnes menegaskan pentingnya sikap takut akan Tuhan sebagai landasan kehidupan Kristen yang benar. Catatan-singkat ini dipakai untuk menjaga keseimbangan antara pujian publik dan kehidupan iman yang praktis.