Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 19:7 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 19:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hendaklah kita bersukacita dan bersukaria, dan hendaklah kita memberi Dia hormat; karena ketika kawin Anak domba itu sudah tiba, dan isteri-Nya pun sudah bersedia.
Wahyu 19:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 19:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 21:2 (IDN) »
Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya.

Wahyu 21:9 (IDN) »
Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat yang sudah memegang ketujuh bokor penuh dengan ketujuh bala yang akhir itu, lalu bertuturlah kepadaku, katanya, "Marilah aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan itu, yaitu isteri Anak domba itu."

Matius 22:2 (IDN) »
"Bahwa kerajaan surga itu diumpamakan dengan seorang raja, yang membuat perjamuan kawin bagi puteranya,
Wahyu 19:7 (IDN): “Hendaklah kita bersukacita dan bersukaria, dan hendaklah kita memberi Dia hormat; karena ketika kawin Anak domba itu sudah tiba, dan isteri-Nya pun sudah bersedia.”
Gambaran wahyu ini muncul pada bagian akhir buku Wahyu yang memusatkan perhatian pada penyelesaian sejarah keselamatan dan penggenapan janji Allah. Ayat ini mengajak orang percaya untuk merayakan kedatangan Tuhan secara penuh, sambil menghormati Dia yang layak menerima pujian. Simbol “kawin Anak Domba” melambangkan persekutuan kekal antara Kristus dan jemaat-Nya. Ayat ini menegaskan dua respons utama umat percaya: bersukacita dalam penggenapan rencana Allah, dan menghormati Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa.
Ayat dalam konteks pasal
Dalam bab 19, Yohanes melihat kemenangan Kristus atas kejahatan dan pengadilan terakhir. Perayaan langit, pernyataan “Hendaklah kita bersukacita” menandai momen kebahagiaan ilahi atas pembebasan umat manusia dan kemuliaan Kristus yang menikah dengan jemaat-Nya. Unsur persiapan istri dapat dipahami sebagai jemaat yang telah menyiapkan diri melalui iman, ketaatan, dan pengabdian kepada Kristus. Ayat ini meneguhkan bahwa peristiwa eskatologis tidak sekadar doktrin abstrak, melainkan realitas hidup yang memanggil reaksi syukur, ketaatan, dan hormat kepada Tuhan.
Hikmat spiritual utama
Perbandingan relevan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan yang membantu pemahaman:
Intinya, tema pernikahan rohani memetakan bagaimana puncak sejarah dipenuhi dalam ikatan kasih yang kudus antara Tuhan dan umat-Nya.
Pemakaian praktis bagi pembaca
Cross-references dan hubungan singkat
Beberapa referensi yang relevan untuk dipakai perbandingan:
Ringkasnya, Wahyu 19:7 mengajak pembaca untuk menikmati kemuliaan Allah dengan bersukacita, menghormati-Nya, dan mempersiapkan diri dalam hubungan yang dekat dengan Kristus sebagai pengikut setia yang siap menanti perjamuan surgawi.
Ringkasan
Ayat ini menekankan dua respons utama: sukacita iman karena penyelesaian rencana Allah, dan hormat yang tulus bagi Kristus sebagai Imam Besar dan Suami rohani jemaat. Iman yang hidup menuntun jemaat untuk siap secara pribadi dan komunitas, merajut hubungan yang intim dengan Kristus hingga puncak perjamuan ilahi yang dinyatakan di hadirat-Nya.