Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 19:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 19:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka aku dengar seperti bunyi suara orang ramai, dan seperti bunyi banyak air menderu, dan seperti bunyi guruh yang besar berkata, "Halleluyah! Karena Tuhan kita, Allah Yang Mahakuasa, sungguh memerintah.
Wahyu 19:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 19:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 97:1 (IDN) »
Bahwa Tuhan jua yang memegang perintah; biarlah segala dunia bersuka-sukaan dengan ramai-ramai. Hendaklah segala tokong-tokong pulau bersukacita!

Mazmur 99:1 (IDN) »
Bahwa Tuhan adalah memegang perintah; hendaklah gemetar segala bangsa; maka Iapun duduk di antara kerubiun, dan bumi ini bergempalah.

Wahyu 14:2 (IDN) »
Maka kudengar suatu suara dari langit, seperti bunyi banyak air menderu dan seperti bunyi guruh yang besar. Adapun suara yang kudengar itu seperti bunyi orang pemetik kecapi memetik kecapinya,
Wahyu 19:6 (IDN)
Impresi tempat terbitnya: Di hadapan mahkota kemenangan dan perjamuan umat Allah, suara “orang ramai” memuncak menjadi sebuah puji-pujian kosmos. Ayat ini muncul setelah gambaran kemenangan Kristus yang menaklukkan kejahatan dan memenuhi nubuat-nubuat tentang kedatangan kerajaan-Nya. Suara itu menggema sebagai respons syukur yang merangkul seluruh ciptaan.
Tegangan teologis utama
Ayat ini menegaskan kemuliaan Allah Yang Mahakuasa sebagai Penguasa yang memerintah secara mutlak. Puji-pujian yang terdengar adalah reaksi iman atas kedaulatan-Nya atas sejarah keselamatan, kemenangan Kristus, dan pemurnian dunia. Sesuatu yang dalam bahasa Wahyu sering menyiratkan kenyataan nyata di balik gambaran simbolik: Allah berkuasa atas semua rencana, peperangan, dan akhirnya penegakan kebenaran.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian terkait
Beberapa bagian terkait di Alkitab membantu memperdalam makna ini:
Pelajaran bagi iman dan kehidupan jemaat
Pujian di Wahyu 19:6 mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal percaya, melainkan merespons kenyataan bahwa Allah berkuasa atas sejarah. Ketika dunia tampak kacau, umat percaya diajak untuk menundukkan hati pada rencana-Nya, melepaskan kekhawatiran, dan hidup dalam harapan akan hukum kasih-Nya yang menebus. Pujian juga meneguhkan persatuan umat yang menanti kedatangan Kristus dengan sukacita murni.
Pemakaian praktis saat ini
Catatan singkat tentang sumber tafsiran klasik
Beberapa rujukan publik domain memberi gambaran umum tentang tema kedaulatan Allah dan respons pujian dalam wahyu. Ringkasan ini dipadu dengan gambaran para penafsir lama untuk menjaga keseimbangan antara bahasa simbologis Wahyu dan makna praktis bagi umat percaya sekarang.
Rujukan silang singkat
Beberapa arah pandang terkait:Puji-pujian atas kedaulatan Allah (Mazmur 93:1–5), kedatangan Kristus untuk menegakkan kerajaan-Nya (Wahyu 11:15), serta kemunculan rencana Allah atas sejarah manusia (Roma 8:28–30). Penjelasan singkat: semua menegaskan bahwa Allah berkuasa menata masa depan dengan tujuan kasih-Nya.