Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 16:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 16:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu aku dengar malaekat segala air itu mengatakan, "Adillah Engkau, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang kudus, oleh sebab Engkau sudah menjatuhkan hukum yang demikian,
Wahyu 16:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 16:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 11:17 (IDN) »
serta berkata, "Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, karena Engkau telah melakukan kodrat-Mu yang besar itu, dan Engkau telah memerintah!

Mazmur 145:17 (IDN) »
Bahwa adillah Tuhan pada segala jalan-Nya dan berkemurahan dalam segala perbuatan-Nya.

Wahyu 1:4 (IDN) »
Daripada Yahya, datang kepada ketujuh sidang jemaat yang di Asia, turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera daripada Dia yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, dan daripada ketujuh roh yang di hadapan arasy-Nya;
Wahyu 16:5 (IDN) – "Adillah Engkau, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada"
Ayat ini muncul dalam rangkaian malapetaka yang menimpa bumi pada penghakiman terakhir Allah. Dalam konteks wahyu tentang tujuh curnia (cawan murka), malaikat air bersaksi bahwa semua sumber kehidupan di bumi menanggung akibat ketidaktaatan manusia. Pengakuan yang didengar di surga menegaskan bahwa adilnya Allah tidak tergoyahkan meskipun penghakiman-Nya terasa berat bagi manusia. Ayat ini menegaskan kebenaran moral di balik tindakan Allah: semua hukum-Nya benar, suci, dan tidak dibuat-buat karena kemurahan semata, melainkan karena pelanggaran manusia terhadap perjanjian-Nya telah mencapai batasnya.
Makna utama ayat
Ayat ini menandaskan keadilan Allah sebagai hakim yang kudus. Pengakuan malaikat tentang “Engkau adil” menegaskan bahwa semua tuduhan terhadap Allah berbalik: Allah benar dalam menegakkan hukum-Nya ketika Dia menjatuhkan hukuman atas kejahatan manusia. Ini bukan pembalasan tanpa alasan, melainkan manifestasi kesetiaan Allah terhadap standar kekudusan-Nya. Pada tingkat teologis, ayat ini meneguhkan bahwa keadilan ilahi tidak bertentangan dengan kasih, melainkan menjaganya dari penyimpangan kejam.
Tema utama yang muncul
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
– Roma 2:6–8 menegaskan bahwa setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya, suatu prinsip keadilan ilahi yang senada dengan pengakuan di Wahyu 16:5.
– Mazmur 19:9 menggambarkan hukum Tuhan yang adil dan benar, meneguhkan bahwa ketetapan-Nya adalah tepat dan benar sepanjang masa.
– Yesaya 46:9–10 mengingatkan bahwa Allah “memberi tahu dari mulanya hal-hal yang akan terjadi” dan bahwa rencana-Nya tetap teguh dalam keadilan-Nya.
Renungan praktis
Ayat ini mengundang umat percaya untuk menilai: bagaimana kita merespons keadilan Allah ketika hukum-Nya menuntut pertobatan dan pembaharuan hidup? Dalam dunia yang sering memanipulasi konsep keadilan, kita diajak untuk percaya bahwa Allah tidak lalai terhadap kejahatan, tetapi menegakkan standar-Nya dengan kasih yang menuntun ke pertobatan. Ketaatan kita bukan hanya soal ketakutan, melainkan ajakan untuk hidup sesuai terang-Nya, sehingga kita dapat berdiri di hadapan-Nya sebagai orang-orang yang benar di dalam Kristus.
Referensi silang yang relevan
-
-
Penjelasan singkat: Hukum Allah yang adil diwujudkan dalam penghakiman yang terakhir; meskipun terasa keras, keadilan-Nya menuntun menuju pembaruan yang kekal bagi umat-Nya.
Ringkasan penutup
Wahyu 16:5 menegaskan bahwa keadilan Allah adalah landasan bagi semua tindakan-Nya. Pengakuan surgawi tentang “adillah Engkau” menegaskan bahwa setiap hukum-Nya adalah benar, kudus, dan tidak berubah. Dalam konteks akhir zaman, ayat ini mengajak kita untuk hidup dalam kesadaran akan kekudusan Allah dan merespons dengan pertobatan serta iman yang teguh kepada rencana-Nya.
Catatan singkat soal sumber klasik (kutipan yang relevan): Beberapa penafsir perumpamaan berbahasa kuno menyoroti bahwa keadilan Allah tidak mengurangi kasih-Nya; pengadilan adalah bagian dari pemurnian yang memulihkan kemuliaan-Nya. Ayat ini secara konsisten dipahami sebagai pernyataan kebenaran moral yang meneguhkan rencana ilahi.