Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 6:10 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 6:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?"
Wahyu 6:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 6:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 19:2 (IDN) »
sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu."

Lukas 18:7 (IDN) »
Tiadakah Allah kelak membenarkan hal orang-orang pilihan-Nya yang menyeru Dia siang malam, meskipun dengan lambatnya kepada mereka itu?

2 Tesalonika 1:6 (IDN) »
sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu,
MaknaLangsung Wahyu 6:10
Pihak pertama dalam ayat ini adalah penegasan bahwa para martir Kristen di bawah tahta Allah memohon dengan suara keras agar keadilan dan pembalasan ditegakkan. Mereka menantikan jawaban ilahi atas ketidakadilan yang mereka alami dan menantikan pembalasan terhadap empunya bumi yang menanggung pelanggaran terhadap hak-hak Tuhan dan umat-Nya.
Latar belakang konteks
Ayat ini terjadi dalam rangkaian dengan tujuh meterai yang dibuka oleh Anak Domba. Para martir yang telah kehilangan nyawa karena kesaksian mereka bertekun di hadapan tahta Allah dan menyerukan keadilan. Mereka tidak memohon pembalasan dalam amarah manusia, melainkan permintaan agar keadilan Allah ditegakkan dan darah mereka tidak dibiarkan tanpa hukuman. Ini menegaskan tema alkitabiah tentang hakikat keadilan ilahi yang berpuasa antara kasih Tuhan dan ketaatan umat-Nya, bahkan ketika dunia menanggung akibat pelanggaran.
Observasi interpretatif
Gagasan tematik utama
Rujukan silang yang relevan
Heb 12:23–24 menekankan bahwa kita datang kepada Yerusalem surgawi yang mendengarkan seruan dari darah yang bersaksi. Why refer: menegaskan bahwa darah martir tidak terhapus di mata Allah. Mazmur 94:1–2 mengingatkan bahwa Tuhan adalah Hakim besar yang membela umatnya. Pemikiran ini sejalan dengan wahyu bahwa keadilan Allah akan ditegakkan pada waktunya.
Ringkasan praktis
Ayat ini menguatkan iman bahwa Allah tidak abai terhadap penderitaan umat-Nya. Dalam situasi menindas, orang percaya diajak untuk tetap setia, menjaga harapan bahwa keadilan ilahi akan menyatakan diri pada waktuNya. Doa para martir mengingatkan kita untuk tidak menahan diri dalam pembalasan manusia, melainkan menyerahkan pensucian dan pembalasan kepada Allah yang kudus dan benar.
Kutipan singkat dari tokoh penafsir publik domain (jika relevan)
Beberapa penafsir alkitabiah berpendapat bahwa keadilan Allah menuntut pembalasan terhadap kejahatan yang menuduh “darah orang kudus”. Mereka menekankan bahwa doa para martir ini menyalin pola doa umat beriman yang menantikan pemenuhan janji Allah:
“Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan…”
Catatan: kutipan ini diringkas dari pemikiran umum para penafsir berbahasa Indonesia; tidak semua kata persis dapat direproduksi di sini karena ketentuan hak cipta publik-domain.
Penutup singkat
Wahyu 6:10 mengingatkan bahwa Allah tidak menutup mata terhadap kejahatan di bumi. Dalam kesabaran-Nya, kita diajarkan untuk tetap setia, sambil menantikan pembalasan yang adil pada waktunya, ketika semua perkara akan diadili menurut kebenaran-Nya.