Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Tesalonika 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
2 Tesalonika 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu,
2 Tesalonika 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Tesalonika 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kolose 3:25 (IDN) »
Karena orang yang berbuat salah akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya itu, dan tiadalah orang dibedakan atas rupanya.

Zakharia 2:8 (IDN) »
Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam (setelah sudah disuruhkan-Nya aku dengan kemuliaan kepada segala bangsa yang dahulu menjarahi akan dikau): Bahwasanya barangsiapa yang mengusik kamu, ia itu mengusik biji mata-Ku!

Mazmur 94:20 (IDN) »
Masakan setuju dengan Dikau kursi kesalahan yang mengadakan susah dengan berupa benar.
Inti Tafsiran: Allah akan membalaskan bagi mereka yang menyusahkan
Inti utama ayat ini adalah keyakinan bahwa Allah yang adil akan menyatakan pembalasan atas penyebab kesusahan bagi umat-Nya. Bagi pembaca 2 Tesalonika 1:6, fokusnya adalah keadilan ilahi yang dinyatakan pada waktunya terhadap mereka yang menindas orang percaya.
Konteks sastra
Pasanganku surat kepada jemaat Tesalonika menyiratkan pergumulan mereka dengan tekanan dari penentang iman. Paulus menegaskan bahwa penderitaan jemaat tidak sia-sia, sebab Allah mengetengahkan pembalasan pada waktu yang tepat. Ayat ini berada dalam bagian doxologi dan motivasi untuk bertahan dalam iman meskipun mengalami persekongkolan duniawi. Ayat sebelumnya menegaskan bahwa mereka yang menimbulkan kesusahan akan mendapat ganti rugi sesuai dengan perbuatan mereka.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan karakter keadilan Allah: pembalasan bukan tindakan manusia, melainkan bagian dari rencana-Nya yang benar. Ini memberikan harapan kepada umat percaya bahwa penderitaan tidak tidak berujung pada ketidakberesan, melainkan ditata dalam tata hubungan ilahi yang adil. Keadilan Allah di sini tidak selalu berkaitan dengan pembalasan kekerasan, melainkan penegasan bahwa kejahatan tidak mendapatkan impunitas di hadapan-Nya.
Rujukan lintas Alkitab
Penafsiran doktrinal singkat
Ayat ini tidak menghapus penderitaan jemaat, melainkan menegaskan bahwa Allah memegang kendali atas keadilan. Pembalasan-Nya berbasis pada kesesuaian antara tindakan penyiksa dan konsekuensi ilahi. Karena itu, umat percaya didorong untuk tetap setia, mengalihkan pembalasan ke tangan Tuhan, dan menaruh kepercayaan pada rencana-Nya yang adil.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
2 Tesalonika 1:6 menegaskan bahwa Allah yang adil akan membalaskan bagi mereka yang menindas umat-Nya. Ketika kita hidup dalam tekanan, kebenaran ini menguatkan iman: pembalasan hakiki ada pada Tuhan, dan umat percaya dipanggil untuk tetap setia sambil menanti penyataan keadilan-Nya pada waktunya.
Quotations (ringkas) dari tokoh-tokoh berlangsir publik domain jika ada: Matthew Henry menekankan bahwa pembalasan Tuhan menegakkan hukum-Nya secara adil; Albert Barnes menyoroti keyakinan bahwa kesengsaraan umat beriman tidak luput dari perhatian Allah; Adam Clarke menegaskan bahwa keadilan ilahi mencakup pembalasan terhadap penindas demi kebenaran.