Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Tesalonika 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
2 Tesalonika 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka patutlah kami senantiasa ucapkan syukur kepada Allah karena kamu, hai saudara-saudaraku, sebagaimana layak juga oleh sebab imanmu makin bertambah-tambah, dan peri kasih di antara sama sendirimu berlimpah-limpah kepada masing-masing kamu sekalian,
2 Tesalonika 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Tesalonika 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 40:29 (IDN) »
Ia juga yang mengaruniakan kuat kepada orang yang penat dan ditambahinya kuat kepada orang yang tiada bergaya lagi.

Amsal 4:18 (IDN) »
Akan tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya terang, makin lama makin bercahaya sampai kepada siang yang sempurna.

2 Petrus 3:18 (IDN) »
melainkan bertambah-tambahlah di dalam anugerah, dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, Juruselamat. Baginyalah kemuliaan, baik sekarang ini baikpun selama-lamanya. Amin.
2 Tesalonika 1:3 (IDN) – Konteks, Makna, dan Aplikasi
Pasangan Surat kepada jemaat Tesalonika pertama kali menegaskan rasa syukur yang lahir dari kualitas iman yang bertumbuh dan kasih yang melimpah di antara saudara-saudara. Dalam konteks penganiayaan dan jemaat yang muda, rasul Paulus menegaskan bahwa pertumbuhan iman dan kasih adalah tanda nyata dari karya Allah di tengah jemaat. Ayat ini mengekspresikan ucapan syukur yang berakar pada kemajuan rohani yang terlihat dalam komunitas percaya.
Makna utama ayat
Rasul Paulus menyatakan bahwa patut untuk senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena kemajuan iman jemaat Tesalonika makin bertambah-tambah dan karena kasih di antara mereka melimpah kepada semua orang. Syukur ini bukan sekadar perasaan gembira, melainkan pengakuan bahwa Allah bekerja secara nyata di tengah komunitas, membawa perubahan konkret pada kehidupan rohani dan relasi sesama.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan itu memperlihatkan bahwa pertumbuhan iman tidak terlepas dari hubungan yang penuh kasih, dan syukur lahir dari kenyataan bahwa Allah bekerja secara konkret di komunitas percaya.
Gagasan pandangan para penafsir klasik (ringkas)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa iman yang bertambah-tambah adalah tanda pengawasan kasih Allah yang menuntun jemaat pada ketekunan, sedangkan kasih di antara sesama adalah bukti hidupnya Injil di tengah komunitas. Kutipan singkat dari para penafsir klasik akan disampaikan jika relevan:
Catatan singkat: Kutipan spesifik berikut akan disertakan jika ada teks asli yang tersedia secara publik domain.
Refleksi praktis
Perenungan penutup
Ayka 3 ini menegaskan bahwa pertumbuhan iman yang bertumbuh dan kasih yang melimpah adalah indikator limpahan rahmat Allah pada jemaat. Dalam konteks tes dan tekanan, jemaat Thessalonika menunjukkan bahwa kehidupan iman sejati terlihat dalam bagaimana orang percaya saling menguatkan, memelihara satu sama lain, dan tetap bersyukur kepada Tuhan yang bekerja di tengah mereka.
Ringkasan singkat
2 Tesalonika 1:3 menegaskan bahwa kemajuan iman dan kasih antar sesama menjadi dasar ucapan syukur kepada Allah. Pertumbuhan rohani ini meneguhkan identitas jemaat sebagai umat yang hidup karena karya Allah dan dipanggil untuk saling menguatkan dalam kasih.