Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Tesalonika 3:1 2 Tesalonika 3:2 2 Tesalonika 3:3 2 Tesalonika 3:4 2 Tesalonika 3:5 2 Tesalonika 3:6 2 Tesalonika 3:7 2 Tesalonika 3:8 2 Tesalonika 3:9 2 Tesalonika 3:10 2 Tesalonika 3:11 2 Tesalonika 3:12 2 Tesalonika 3:13 2 Tesalonika 3:14 2 Tesalonika 3:15 2 Tesalonika 3:16 2 Tesalonika 3:17 2 Tesalonika 3:18



2 Tesalonika 3:1 (IDN) — Doa agar firman Tuhan maju dan dipermuliakan
Poin interpretatif utama: Rasul Paulus meminta doa bagi pelaksanaan misi pemberitaan Injil, agar firman Tuhan bertumbuh, beredar luas, dan dipermuliakan di tengah jemaat serta di tempat lain. Doa ini menekankan keterlibatan jemaat dalam pekerjaan Allah melalui doa, agar pewartaan tidak terbatas pada kemampuan manusia, melainkan diberi kuasa Ilahi untuk menghasilkan pertumbuhan rohani dan kemuliaan Tuhan.
konteks sastra
Surat kedua kepada orang Tesalonika ditulis Paulus untuk menyejukkan hati jemaat yang digoncangkan oleh pengajaran sesat dan kabar-kabar tidak pasti tentang kedatangan Kristus. Dalam bagian ini, Paulus menempatkan doa sebagai elemen penting dalam menjaga kemurnian iman dan efektifitas pemberitaan. Permintaan doa ini bersifat praktis dan pastoral: jemaat diajak berpartisipasi secara konkret dalam misi dengan cara berdoa.
ARAH TEKNOLOGIS TEOLGI: Signifikansi teologis
1) Ketergantungan pada Allah: Permintaan doa menegaskan bahwa kemajuan pekerjaan firman bukan hanya hasil upaya manusia, tetapi hadiah dan kerja Roh Kudus. 2) Pemberitaan yang efektif: Doa untuk “firman Tuhan kembang” menunjukkan kebutuhan agar pesan Kristus tidak terhambat oleh hambatan manusia maupun roh jahat. 3) Kemuliaan Allah di atas segala sesuatu: Tujuan akhir adalah kemuliaan Tuhan, bukan promosi pelihat semata-mata, sehingga kemajuan firman menguatkan kesaksian Kristus di masyarakat.
Kumpulan referensi lintas Alkitab yang relevan
PERTANYAAN REFLEKSI
KETAHUI SUMBER-SUMBER LAMA
Beberapa penafsiran klasik menekankan pentingnya doa komunitas dalam memperluas kesaksian: doa menjadi sarana mengizinkan kuasa Tuhan mengkoordinasikan pekerjaan misi. Kutipan pendek dari sumber berbahasa Inggris yang umum dipakai sebagai rujukan (tanpa menyalin panjang) menegaskan bahwa doa adalah sarana utama untuk mendorong firman berkelanjutan dan menghindari kepincangan manusia dalam pelayanan. Jika ada kutipan langsung, kami menyebutkan dengan jelas di bagian ini.
KESIMPULAN
2 Tesalonika 3:1 mengajarkan bahwa kemajuan firman Tuhan bergantung pada doa jemaat. Ini bukan sekadar permintaan santai, melainkan komitmen praktis untuk melibatkan komunitas iman dalam pelayanan melalui doa. Doa bertujuan agar pesan Kristus tidak berhenti di telinga, melainkan berkembang menjadi hidup yang membentuk komunitas percaya dan memuliakan Tuhan.
Catatan historis-teologis singkat: Pengajaran ini selaras dengan pola alkitabiah bahwa pekerjaan Tuhan diberkati melalui doa umat-Nya, dan bahwa peran gereja adalah menjadi perantara berkat bagi dunia melalui pemberitaan yang setia dan hidup dalam integritas iman.