Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Tesalonika 5:1 1 Tesalonika 5:2 1 Tesalonika 5:3 1 Tesalonika 5:4 1 Tesalonika 5:5 1 Tesalonika 5:6 1 Tesalonika 5:7 1 Tesalonika 5:8 1 Tesalonika 5:9 1 Tesalonika 5:10 1 Tesalonika 5:11 1 Tesalonika 5:12 1 Tesalonika 5:13 1 Tesalonika 5:14 1 Tesalonika 5:15 1 Tesalonika 5:16 1 Tesalonika 5:17 1 Tesalonika 5:18 1 Tesalonika 5:19 1 Tesalonika 5:20 1 Tesalonika 5:21 1 Tesalonika 5:22 1 Tesalonika 5:23 1 Tesalonika 5:24 1 Tesalonika 5:25 1 Tesalonika 5:26 1 Tesalonika 5:27 1 Tesalonika 5:28



Artinya secara singkat
Ayat ini menyampaikan permintaan sederhana namun penting: jemaat dan pemimpin natsalonika berkomitmen saling mendoakan. Intinya, doa adalah ungkapan kasih dan dukungan praktis bagi sesama pelayan Tuhan yang bekerja demi Injil.
Latar belakang konteks
Surat Pertama kepada Jemaat Tesa lonika ditulis oleh Rasul Paulus kepada komunitas Kristen di Tesalonika yang sedang mengejar iman di tengah tantangan. Dalam bagian penutup surat, Paulus menyoroti doa—bukan sekadar permintaan pribadi, melainkan sikap hidup saling berkomunikasi kepada Allah untuk kebaikan jemaat dan para pemimpin rohani. Frasa singkat ini—“Hai saudara-saudaraku, doakanlah kami”—menunjukkan hubungan gereja yang saling bergantung dan semangat doa sebagai bagian integral dari pelayanan.
Interpretasi dan makna kunci
Beberapa pembaca melihat permintaan doa ini sebagai contoh komunikasi yang sehat antara jemaat dan pendeta/rasul. Doa di sini lebih dari sekadar permohonan pribadi; itu merupakan pernyataan kepercayaan bahwa Allah bekerja melalui doa komunitas. Dalam konteks perjuangan penyebaran Injil, dukungan doa menjadi fondasi moral dan spiritual bagi para pelayan untuk tetap setia.
Observasi penafsir terkait
Menurut para penafsir klasik yang masuk dalam tradisi public-domain, doa bersama adalah bentuk solidaritas gereja. Matthew Henry menekankan pentingnya doa untuk perlindungan dan pertumbuhan iman. Albert Barnes menyoroti bahwa doa bukan hanya permintaan, melainkan pengakuan bergantungnya manusia kepada Tuhan. Adam Clarke menambah bahwa doa para jemaat meneguhkan karya rohani melalui dukungan batin yang diperkuat oleh kasih persaudaraan.
Garis besar tematik
Rujukan terkait
Beberapa ayat terkait yang sering dipertimbangkan dalam tema doa bagi pelayan dan komunitas gereja:
Catatan praktis
Ayat ini mengundang gereja untuk menjaga kebiasaan saling mendoakan. Praktiknya bisa berupa doa bersama, doa syafaat untuk para pemimpin gereja, dan doa sehari-hari bagi pekerjaan Tuhan. Doa yang bersungguh-sungguh menumbuhkan pengharapan, mempererat persaudaraan, serta memberi kekuatan rohani bagi setiap pelayan Injil.
Ringkasan penutup
“Hai saudara-saudaraku, doakanlah kami” adalah seruan untuk hidup dalam komunitas yang saling menguatkan lewat doa. Doa bukan sekadar permintaan pribadi, melainkan wujud hubungan yang bergantung pada Allah dan komitmen bersama untuk melanjutkan pemberitaan Kristus dengan keberanian dan iman yang teruji.