Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEfesus 6:19 Tafsiran ayat Alkitab
Efesus 6:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan karena aku pun, supaya aku dikaruniai perkataan di dalam hal membuka mulutku akan memberitakan rahasia Injil itu dengan berani hati.
Efesus 6:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Efesus 6:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kolose 4:3 (IDN) »
sambil mendoakan kami juga, supaya Allah membukakan kami suatu pintu bagi pemberitaan Injil, akan berkata-kata dari hal rahasia Kristus, yang menyebabkan juga aku terbelenggu,

Kisah Para Rasul 4:29 (IDN) »
dan sekarang ini, ya Tuhan, tengoklah kiranya akan segala ugutnya itu, dan berilah kiranya hamba-hamba-Mu ini karunia mengatakan firman-Mu dengan terus terang,

2 Tesalonika 3:1 (IDN) »
Akhirnya, hai saudara-saudaraku, hendaklah kamu mendoakan kami, supaya firman Tuhan kembang dan dipermuliakan, seperti yang ada di antara kamu juga,
Efesus 6:19 (IDN) — Menembus Pintu Mulut dengan Rahasia Injil
Gambar awal konteks: Dalam bagian akhir Efesus, Rasul Paulus menegaskan pentingnya doa, perlengkapan rohani, dan hubungan antara gereja dengan pemberitaan Injil. Ayat ini menyoroti doa untuk dirinya sendiri agar diberi kata-kata yang tepat dan berani untuk memberitakan rahasia Injil kepada orang-orang non-Yahudi serta mereka yang mungkin menentang pesan Kristus. Paulus memohon agar Allah membukakan mulutnya sehingga dia dapat berbicara secara efektif di tengah tantangan dan penganiayaan.
Ayat dalam konteks pasal
Efesus 6:19 berada dalam bagian akhir surat yang menekankan pertempuran rohani, perlengkapan iman, serta peran rasul dalam menyampaikan kabar baik. Paulus menaruh harapan pada doa komunitas agar ia tetap setia dan percaya diri dalam menyatakan rahasia Tuhan, yaitu keselamatan melalui Kristus bagi semua bangsa. Doa ini mencerminkan keseimbangan antara persiapan pribadi (berpakaian dengan senjata rohani) dan dukungan komunitas melalui doa.
Gagasan inti rohani
Perbandingan dengan pandangan tokoh-tokoh berbahasa publik domain
Beberapa komentator berusia klasik menyoroti unsur keberanian dan dorongan doa. Misalnya, Matthew Henry menekankan pentingnya doa agar kita diberi kemampuan untuk menyingkap kebenaran dengan kedamaian dan ketegasan yang tepat. Albert Barnes menyoroti bahwa “perkataan” di sini mencakup tutur kata yang menyentuh hati dan menyatakan rahasia Dia dengan jelas. Adam Clarke menekankan bahwa Rahasia Injil yang dimaksud adalah kabar keselamatan bagi orang non-Yahudi, yang sekarang diberi akses melalui berita Kristus. Ketiganya menambahkan bahwa doa semacam ini bukan hanya untuk pembicaraan persuasif, melainkan juga untuk menjaga kesetiaan dalam mengemukakan kebenaran dengan hikmat.
Beberapa tema dari tokoh-tokoh tersebut: doa komunitas sebagai kekuatan; kejelasan dan ketepatan dalam penyampaian; serta kesiapan menghadapi konsekuensi pewartaan jika diperlukan. Ringkasnya, ayat ini menuntun pembaca pada keseimbangan antara doa, persiapan intelektual, dan keberanian rohani saat tugas penginjilan menuntut.
Ayat silang yang relevan
1) Efesus 6:18–20 — Doa tanpa henti sebagai komponen utama pertempuran rohani; tergantung pada ketekunan dalam berdoa untuk semua orang yang terpanggil. Doa ini mengairi setiap bagian perlengkapan rohani.
2) Kolose 4:3–4 — Doa untuk diberi kesempatan dan kata-kata yang tepat saat memberitakan Injil kepada orang-orang yang tidak percaya.
3) 2 Timotius 4:2 — Seruan untuk menyampaikan firman pada saat yang tepat, dengan sabar dan pengajaran yang benar.
Pemakaian praktis bagi pembaca
Inti penutup
Ayat ini menegaskan bahwa pekerjaan pemberitaan bukan hanya soal kemampuan manusia, melainkan juga anugerah Allah melalui doa yang konsisten. Doa agar diberi kata-kata yang tepat untuk membuka rahasia Injil menunjukkan keseimbangan antara kesiapan rohani dan permohonan ilahi. Ketika umat Allah berdoa bagi pemimpin dan pewarta, mereka ikut terlibat dalam perluasan kerajaan di mana semua bangsa dapat mendengar kabar keselamatan.
Cuplikan pendek dari para komentator: "Perkataan yang diberkati adalah perkataan yang lahir dari doa" (sebagai ringkasan nuansa Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, tanpa memuat kutipan panjang).