Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEfesus 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
Efesus 6:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hormatkanlah ibu bapamu (maka itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian),
Efesus 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Efesus 6:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 20:12 (IDN) »
Berilah hormat akan bapamu dan akan ibumu, supaya dilanjutkan umurmu dalam negeri yang dianugerahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Ulangan 27:16 (IDN) »
Kutuklah orang yang menghinakan bapanya atau ibunya! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Yeremia 35:18 (IDN) »
Maka kepada bangsa orang Rekhabi itu kata Yermia: Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Maka sebab kamu sudah menurut pesan Yonadab, bapamu itu, dan kamu sudah melakukan segala hukumnya dan sudah membuat segala sesuatu yang telah dipesannya kepadamu;
Efesus 6:2 (IDN): Hormatlah ibu bapamu
Gema pesan Efesus 6:2 menampilkan inti kewajiban manusia terhadap orang tua sebagai suatu bagian dari tata hidup Kristiani. Ayat ini menegaskan bahwa menghormati ibu bapamu bukan sekadar sikap sopan, melainkan bagian dari hukum ilahi yang berisi janji: ada berkat yang menyertai jika kita taat kepada orang tua. Dalam konteks surat kepada jemaat Efesus, Paulus menuliskan prinsip-prinsip hidup yang bersandar pada kasih Allah dan kehidupan yang terarah kepada Tuhan. Ayat ini memulai dengan perintah positif yang berakar pada relasi keluarga, lalu mengarahkan orang percaya kepada tanggung jawab moral yang lebih luas di dalam komunitas dan kehidupan beragama.
Ayat dalam konteks pasal
Efesus 6 memaparkan berbagai hubungan yang harmonis dalam rumah tangga: suami-istri, orang tua-anak, hamba-takala. Dalam bagian mengenai anak-anak, efesus 6:1–3 mengingatkan bahwa ketaatan kepada orang tua adalah bagian dari hidup yang berkenan kepada Tuhan. Ayat ini merangkumkannya dengan tegas: hormatlah ibu bapamu, karena itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian. “Hukum yang pertama dengan suatu perjanjian” menyinggung keseimbangan antara kewajiban moral dan berkat ilahi yang menyertainya.
Inti pelajaran rohani
Inti pelajaran di sini adalah hormat sebagai wujud kehormatan terhadap otoritas dan kasih yang membentuk fondasi kehidupan keluarga. Hormat tidak hanya berarti mendengarkan, tetapi juga menghargai peran orang tua, menaruh perhatian pada kebutuhan mereka, dan menunjukkan sikap rendah hati. Janji yang mengikuti “dan itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian” menekankan bahwa kehilangan atau pengingkaran terhadap penghormatan terhadap orang tua berdampak pada hubungan dengan Tuhan, sebab Tuhan memandang keluarga sebagai bidang pembentukan karakter manusia.
Pemikiran para penafsir terkemuka (ringkas)
Beberapa pemikir teologi publik-domain menyoroti bahwa perintah ini meneguhkan tanggung jawab anak terhadap orang tua sebagai bagian dari tatanan moral universal, bukan hanya budaya tertentu. Mereka menambahkan bahwa kasih Tuhan turut menguatkan ketaatan anak, karena ketaatan kepada orang tua berangkat dari ketaatan pada Tuhan. Kutipan ringkas dari pandangan klasik sering menekankan bahwa penghormatan tetap relevan meskipun orang tua tidak sempurna, karena sifat hormat itu lebih luas daripada perasaan, yakni tindakan dan sikap yang mencerminkan kasih dan kepedulian.
Kaitan silang Alkitab
- Kolose 3:20: “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam segala hal; sebab itu menyenangkan Tuhan.” Menegaskan garis besar hubungan keluarga sebagai bagian dari kehidupan rohani sehari-hari.
- 1 Timotius 5:1–2: Saudara dalam menghadapi orang tua mengingatkan pentingnya hormat tanpa mempermalukan, menjaga martabat semua pihak.
- Amsal 23:22: Nasihat praktis tentang menghormati orang tua yang menekankan kebijaksanaan menghargai pengalaman mereka.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menekankan bahwa hormat kepada orang tua adalah bagian dari hidup saleh yang menghormati otoritas, menjaga martabat keluarga, dan memuliakan Tuhan melalui tindakan kasih.
Interpretasi praktis untuk hidup masa kini
Pengaplikasian yang bijak
Para pembaca diharapkan menyadari bahwa hormat kepada orang tua tidak meniadakan hak untuk bertanya atau menolak hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai iman. Ketahuilah peran otoritas keluarga sebagai pembentukan karakter, sambil tetap memohon hikmat Tuhan agar senantiasa menilai dengan kasih dan kebenaran.
Inti penutup
Efesus 6:2 menempatkan penghormatan terhadap orang tua sebagai bagian utama dari hidup saleh. Penghormatan ini menjadi pintu berkat yang disertai dengan janji ilahi: keeatan hubungan yang harmonis di keluarga, yang pada akhirnya memantulkan kasih Kristus ke dalam komunitas dan dunia.
Referensi silang singkat
Kolose 3:20 — taat kepada orang tua dalam segala hal, menyenangkan Tuhan.
1 Timotius 5:1–2 — hormati orang tua dengan martabat, menjaga kehormatan hubungan kekerabatan.
Amsal 23:22 — kebijaksanaan menghormati orang tua melalui pengalaman hidup mereka.