Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 6:7 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 6:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang keempat itu, aku dengar suara zat yang hidup yang keempat itu berkata, "Marilah."
Wahyu 6:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 6:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 6:3 (IDN) »
Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang kedua itu, aku dengar zat yang hidup yang kedua itu berkata, "Marilah."

Wahyu 4:7 (IDN) »
Adapun zat yang hidup yang pertama itu seperti rupa singa, dan zat yang hidup yang kedua seperti anak lembu, dan zat yang hidup yang ketiga seperti muka manusia, dan zat yang hidup yang keempat seperti burung nasar yang terbang.

Wahyu 6:5 (IDN) »
Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang ketiga itu, aku dengar zat yang hidup yang ketiga itu berkata, "Marilah." Dan aku tampak adalah seekor kuda hitam, dan orang yang duduk di atasnya itu ada neraca di tangannya;
Wahyu 6:7 (IDN) — Ketika Meterai Keempat dibuka
Pengantar konteks: Wahyu pasal 6 menggambarkan pembukaan meterai-meterai yang mengungkap kehendak Allah atas sejarah dunia. Meterai keempat muncul setelah meterai sebelumnya, dan suaranya mengundang "zatzat hidup" untuk memikul tugas. Ayat ini melukiskan momen tatkala Anak Domba membuka meterai keempat, dan terdengar seruan yang mempersilakan satu pihak untuk maju.
Apa yang diungkap teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan kedaulatan Allah melalui peran Anak Domba dalam membuka rencana-Nya. Suara yang hidup yang keempat berkata, “Marilah,” menandai dimulainya tindakan eksekusi ilahi atas pusat-pusat kekuasaan dunia. Imam yang disucikan, yaitu Kristus sebagai Anak Domba, memegang kendali atas urutan peristiwa, menunjukkan bahwa peristiwa sejarah yang sedang terjadi berada di bawah kendali-Nya, bukan kebetulan. Ini menumbuhkan keyakinan bahwa iman percaya kepada Allah menempatkan kita dalam kerangka karya-Nya yang lebih besar, meski tampak tandus atau menakutkan secara manusiawi.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Meterai keempat melambangkan pelepasan empat hewan terkait orang-orang yang diizinkan Allah untuk memperbesar imbas ujian di bumi. Suara “zat yang hidup” menandakan eksistensi ilahi yang hidup dan berkuasa, bukan sekadar suara manusia. Perintah “Marilah” menggambarkan langkah-langkah tindakan yang segera diambil untuk melaksanakan keadilan dan pemurnian yang sedang berlangsung di antara pinta-pinta doa umat Allah.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa tindakan Tuhan tidak acak; ada urutan dan tujuan rohani di balik setiap langkah sejarah. Kita diajak melihat kehadiran Allah bahkan di tengah wahyu yang mengguncang, dengan iman bahwa Dia yang memegang meterai hidup juga memegang rencana keselamatan akhir bagi umat-Nya.
Aplikasi masa kini
Quotations from public-domain commentators (singkat):
Matthew Henry menekankan bahwa meterai adalah bagian dari urutan kehendak Allah yang menuntun umat-Nya melalui ujian menuju pengharapan yang lebih besar dalam Kristus. Albert Barnes and Adam Clarke menyoroti otoritas Kristus dalam membuka meterai sebagai gambaran keberanian-Nya untuk menuntun manusia melalui masa-masa ujian dengan tujuan akhir pemurnian iman.
Penutup: Ayat Wahyu 6:7 mengikutsertakan kita dalam alur besar rencana Allah. Ketika suara hidup yang keempat berkata “Marilah,” kita diingatkan bahwa di balik setiap permulaan ujian ada perintah ilahi untuk melangkah maju dalam iman dan percaya bahwa Tuhan memegang kendali penuh atas sejarah manusia.