Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 6:15 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 6:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan segala raja di bumi dan orang besar-besar, dan panglima, dan orang kaya-kaya, dan yang berkuasa, dan tiap-tiap orang, baik hamba baik merdeka, sekaliannya bersembunyi di dalam segala gua dan di celah-celah batu gunung,
Wahyu 6:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 6:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 2:19 (IDN) »
Maka pada hari itu orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung dan ke dalam lobang-lobang di tanah, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesarannya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi.

Yesaya 2:21 (IDN) »
sambil lari masuk ke dalam celah, celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi.

Yesaya 24:21 (IDN) »
Karena pada hari itu sesungguhnya Tuhan juga akan mendatangkan pembalasan atas tentara yang tinggi di ketinggian, dan atas segala raja dunia yang di atas bumi;
Wahyu 6:15 (IDN) — Gambaran kejatuhan manusia di hadapan penghakiman Allah
Tak kalah pentingnya dalam pasal ini ialah gambaran kosmik tentang gemuruh penghakiman yang menyingkap semua struktur duniawi. Ayat ini menunjukkan bahwa ketika langit terbuka dan Paparan Kitab Wahyu mengungkapkan kepastian hukuman, semua tingkatan kekuasaan manusia—raja-raja, pembesar, orang kaya, orang berkuasa, hamba, dan merdeka—bersembunyi di tempat-tempat perlindungan yang paling keras, gua dan celah-celah batu gunung. Kehendak Allah yang mahakuasa menimpali manusia dalam kerendahan hati dan ketakutan yang sama, tanpa kecuali.
Dalam konteks pasal ini
Pada Wahyu pasal 6, seseorang melihat pembukaan meterai pertama hingga keenam dan konsekuensi dahsyat yang dihasilkan. Ayat 15 menegaskan bahwa ketika malapetaka melanda bumi karena pembukaan meterai, semua struktur kekuasaan dunia tidak mampu menahan tremor penghakiman. Mereka semua bersembunyi, menyadari bahwa kekuatan dan kemewahan dunia tidak memberi perlindungan terhadap ancaman ilahi. Penggambaran ini menekankan tema utama Wahyu: pemutusan terhadap kemegahan manusia di hadapan otoritas Allah yang mahakuasa.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan alkitabiah yang relevan
Ada beberapa rujukan sejenis yang memperjelas tema ini:
Konteks-nubuat Wahyu menekankan bahwa semua ikon kekuasaan menjadi rapuh di hadapan tujuan ilahi. Perhatikan bagaimana iman beraksi bukan dalam perlindungan materi, melainkan dalam pengakuan kebinasaan diri dan seruan memohon belas kasihan Allah.
Bagaimana kita menerapkan ayat ini
Ayat ini memanggil pembaca untuk mengevaluasi ukuran penghiburan yang kita cari di dunia. Ketika kekayaan, status, dan kekuasaan tampak dapat menenangkan hati, Wahyu mengingatkan bahwa perlindungan sejati hanya ada pada Allah. Dalam praktik harian:
Ringkasan singkat
Ayat Wahyu 6:15 menegaskan bahwa ketika penghakiman Allah datang, semua orang—raja, pemimpin, orang kaya, huluna—tetap menunduk dan bersembunyi. Itu menunjukkan kekuatan sebenarnya: tidak ada perlindungan manusiawi yang bisa membebaskan dari murka Tuhan; hanya respons iman dan pertobatan yang relevan di hadapan otoritas ilahi.
Referensi silang singkat
Kolase ide yang relevan dari pasal lain menegaskan tema yang sama: penghakiman Allah, ketidakmampuan duniawi untuk menyelamatkan, dan panggilan untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke: Beberapa frasa ringkas yang umum dipakai dalam kajian klasik sejalan dengan penekanan ayat ini, seperti pengingat bahwa kekuatan duniawi tidak menjamin keselamatan di hadapan Allah. (Catatan: tidak ada kutipan panjang teks lengkap yang ditampilkan di sini; jika tersedia, kutipan singkat yang relevan akan dicantumkan secara tepat.)