Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 13:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu ia membuka mulutnya menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah-Nya, serta segala yang mendiami surga itu;
Wahyu 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 13:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 12:12 (IDN) »
Sebab itu bersoraklah, hai surga, dan segala yang duduk di dalamnya. Wai bagi bumi dan laut, karena Iblis sudah turun kepadamu dengan besar kemarahannya, sebab mengetahui bahwa ketikanya sudah singkat."

Matius 15:19 (IDN) »
Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;

Matius 12:34 (IDN) »
Hai bangsa ular, masakan dapat kamu mengatakan barang yang baik, sedang kamu sendiri jahat? Karena melimpah dari dalam hati melalui mulut.
Makna langsung Wahyu 13:6 (IDN)
Ayat ini menggambarkan hembusan sumpah serapah dari hewan berbau kejijikan, yang membuka mulutnya untuk menghujat Allah, nama-Nya, kemah-Nya, dan segala yang berada di surga. Intinya adalah pemberontakan radikal terhadap kehadiran ilahi: Allah yang berdaulat diperlakukan sebagai sasaran hinaan dan penistaan secara terbuka dan luas.
Latar konteks singkat
Wahyu 13 bagian tentang dua binatang: binatang keluar dari laut dan yang keluar dari bumi. Ayat ini menyorot ekspresi kekuasaan dan kebencian terhadap Allah yang muncul melalui pemimpin-pemimpin kejahatan. Penentangan ini memuncak pada penolakan terhadap kebenaran ilahi dan pengakuan terhadap kuasa duniawi sebagai alternatif tunggal.
Observasi penafsiran
Ringkasan tematik
Perhimpunan silang (cross-references) & koneksi singkat
- Kisah 12:3-4 menyoroti naga dan kuasa kejahatan yang bekerja terhadap umat Allah; menguatkan gagasan bahwa penindasan berakar pada kekuatan rohani yang menentang Allah. Penjelasan singkat: kontras antara kuasa ilahi dan tipu daya dunia menunjukkan pertempuran rohani yang berlangsung di balik peristiwa historis.
- 2 Tesalonika 2:3-4 membahas manusia kemerosotan yang menentang Allah dengan menobatkan dirinya sebagai pengganti Allah; relevan untuk memahami semangat penghujatan terhadap identitas ilahi. Penjelasan singkat: bagaimana penyangkalan otoritas ilahi memanifestasikan diri dalam tindakan nyata yang menantang kemuliaan Tuhan.
- 1 Yohanes 2:18-23 menyatakan ancaman antikristus yang menyesatkan dan menistakan kebenaran melalui lidah dan tindakan; hubungannya dengan ayat Wahyu ini adalah gambaran bagaimana kebohongan merayap melalui pengakuan palsu tentang Allah. Penjelasan singkat: kesadaran akan kebenaran yang memberikan pembeda antara dusta dan iman sejati.
Penilaian praktis yang terbatas
Ayat ini mengingatkan orang percaya untuk tetap berpegang pada kebenaran Allah meski tekanan sosial, kekuasaan duniawi, dan propaganda penyangkalan kebenaran. Respons praktisnya: berdoa meminta hikmat, menjaga iman dalam ibadah yang murni, dan bertahan dalam kesaksian yang setia terhadap Allah di tengah kebingungan zaman.
Catatan kutipan singkat dari tokoh berpendapat publik domain
Beberapa ulasan klasik menekankan bahwa penghujatan seperti ini menegaskan kekuasaan antikristus atas umat manusia di zaman akhir. Kutipan pendek dari sumber-sumber publik domain (tanpa kutipan panjang) menasihati pembaca untuk melihat bahwa tipu daya rohani itu nyata dan perlu respons iman yang tepat. Peringatan umum dalam literatur klasik adalah agar umat Allah tetap berpegang pada kebenaran Kristus dan tidak terperangkap dalam retorika yang mengubah-ubah identitas ilahi.