Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 5:8 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 5:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jauhkanlah jalanmu dari pada perempuan begitu, dan janganlah hampiri pintu rumahnya.
Amsal 5:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 5:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Efesus 5:11 (IDN) »
Dan jangan kamu bersekutu dengan segala perbuatan gelap yang tiada berfaedah, melainkan lebih baik menyalahkan dia,

Amsal 7:25 (IDN) »
Janganlah singgah hatimu kepada jalan perempuan itu, janganlah kamu hanyut kepada lorong-lorongnya;

Amsal 4:15 (IDN) »
Lepaskanlah dirimu dari padanya; janganlah lalu dari situ, jauhkanlah dirimu dari padanya dan pergilah.
Amsal 5:8 – Menjauh dari Perempuan yang Berpaling
Inti interpretatif pasal ini menekankan pentingnya menjaga diri dari godaan seksual dan bahaya perzinahan. Penulis Amsal menyajikan larangan tegas untuk menjauhkan diri dari pintu rumah wanita fasik, sebagai langkah proaktif menjaga kesetiaan, integritas, dan kehormatan diri di hadapan Allah. Pelarangan ini tidak sekadar perintah moral abstrak, melainkan nasihat praktis bagi kehidupan sehari-hari yang menghadirkan konsekuensi serius bagi keluarga, kemakmuran, dan kedamaian batin.
Konteks sastra
Bagian ini berada dalam kumpulan Amsal yang menonjolkan kebijaksanaan praktis untuk kehidupan keluarga dan masyarakat. Kalimat simpel namun tajam menegaskan batas antara kebijaksanaan dan tipu daya godaan. Frasa “jalanmu” dan “pintu rumahnya” memberi gambaran konkret tentang tempat-tempat kroposnya godaan: tempat pertemuan, peluang, dan tekanan emosional yang dapat membawa pada tindakan yang merusak. Dalam aliran Nasihat Amsal, kebijaksanaan sering digambarkan sebagai jalan lurus yang menghindari kejatuhan moral yang mahal harganya.
Signifikansi teologis
Peringatan ini mencerminkan panggilan Alkitab kepada kekudusan hidup sebagai bagian dari persekutuan dengan Allah. Ketika iman memengaruhi tutur kata, sikap, dan pilihan hubungan, maruah pribadi dan kehormatan institusional keluarga dipertahankan. Amsal menekankan bahwa pelanggaran seksual tidak hanya menyakiti individu, tetapi juga merusak garis keturunan dan kemuliaan Tuhan yang bekerja melalui keluarga-keluarga yang benar di hadapan-Nya.
Koneksi dengan bagian lain Alkitab
Pertanyaan refleksi
Ringkasan praktis
Ayat ini mengajak kita untuk proaktif menghindari sumber-sumber godaan yang dapat merusak hidup kita dan keluarga. Kebijaksanaan sejati bukan hanya menahan diri pada saat-saat krisis, melainkan membangun pola hidup yang menjauhi jalur yang berpotensi membawa kehancuran. Kesetiaan kepada pasangan, integritas pribadi, dan hormat terhadap kehendak Allah menjadi pedoman utama dalam menjaga hidup yang bermakna dan berkenan di mata Tuhan.
Catatan kontekstual singkat
Beberapa sumber tafsiran klasik menekankan bahwa larangan ini juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap jebakan idola seks dan pemborosan harta. Dalam pemahaman ini, menjaga diri adalah tindakan berpegang pada hikmat Allah yang menuntun pada kehidupan yang aman, damai, dan berkemenangan atas godaan sehari-hari.
Quotations from public-domain commentators (identity preserved):
Matthew Henry: tidak ada kutipan eksplisit yang disalin utuh dari Henry dalam bagian ini; ringkasannya mengambil prinsip umum dari komentarnya tentang menjaga diri dari tindakan isteri yang tidak setia. Albert Barnes: menyiratkan bahwa nasihat ini menekankan disiplin moral dan penghindaran kontak berbahaya. Adam Clarke: menegaskan bahwa larangan ini adalah upaya melindungi martabat, keluarga, dan kesejahteraan rohani.
Menutup, berpeganglah pada kebijaksanaan yang melindungi kita dari kejatuhan. Jauhkan diri dari pintu godaan, dan pastikan jalan hidup kita mencerminkan hidup yang setia kepada Tuhan dan keluarga-Nya.