Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:27 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:27 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa dalam rumahnya adalah jalan ke neraka, yang membawa turun ke dalam bilik-bilik maut.
Amsal 7:27 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:27 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 9:18 (IDN) »
Tetapi tiada diketahui orang akan hal bahwa di sanalah tempat orang mati dan segala jemputannya itu adalah dalam keleburan neraka.

Amsal 2:18 (IDN) »
karena rumahnya cenderunglah kepada maut, dan segala jalannya menuju tempat orang mati.

Amsal 7:27 (IDN) – Interpretasi utama
Pandangan utama ayat ini menyoroti bahaya tipu muslihat wanita pelacur yang digambarkan sebagai pintu menuju kehancuran. Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti jalan-jalan nafsu yang dipromosikan oleh pelaku kejahatan seksual membawa seseorang ke dalam kematian rohani dan akhir hidup yang penuh kekeliruan. Makna tersebut tidak sekadar peringatan privat, tetapi peringatan kebijaksanaan yang menuntun pembaca menjauhi godaan yang memikat secara luar biasa namun berujung pada kehancuran.
Rangka konteks sastra
Bagian ini muncul dalam bagian prosa nasihat yang berulang tentang kebijaksanaan vs. kebodohan. Pujangga Amsal sering memakai gambaran kuat untuk menegaskan konsekuensi dari pilihan yang salah. Ayat ini menggunakan personifikasi bahaya seksual sebagai “jalan ke neraka,” suatu gambaran yang kuat untuk mengingatkan pembaca akan beratnya akibat dari mengikuti bujukan liar yang menggerogoti iman dan martabat.
Signifikansi teologi
Secara teologis, ayat ini menegaskan realitas moralitas Yesusokan: pilihan hidup berdasar hikmat Tuhan membawa kedamaian dan hidup yang teduh, sedangkan menyerah pada godaan dosa membawa dampak yang destruktif bagi jiwa. Peringatan ini menegaskan bahwa kehendak bebas manusia dapat mengarah pada pembelotan terhadap pola hidup yang berkenan kepada Tuhan, sehingga konsekuensinya bukan sekadar kehilangan reputasi, melainkan kehilangan arah kekal.
Kaitan dengan tokoh sumber kebijaksanaan lain
Renungkan dengan pertanyaan singkat
Penutup singkat
Amsal 7:27 memperingatkan bahwa jalan menuju kehancuran sering terasa mengundang, tetapi akibatnya adalah kehilangan arah dan hidup. Hikmat Tuhan menuntun kita menjaga pembatas iman dan menjaga jalur hidup yang membawa kemuliaan bagi-Nya.
Rujukan silang
Amsal 4:14-15 — hindarilah jalan orang jahat agar tidak masuk ke jalur kegelapan.
Matius 7:13-14 — pintu sempit mengarahkan pada hidup, pintu lebar menuju kebinasaan.
Amsal 2:16-19 — bahaya penjilat yang menipu lewat perbuatan keliru.
Quotations (perlu dicatat)
Beberapa sumber tafsir klasik berbahasa Inggris telah menyoroti gaya perumpamaan Amsal tentang bahaya godaan seksual sebagai jalur menuju kehancuran. Jika ada kutipan tepat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, catatan singkat berikut dapat dipakai: “Wisdom cries aloud in the streets... but the strange woman is loud” (contoh parafrasa umum). Catatan: tidak menampilkan kutipan teks panjang secara penuh untuk menjaga hak cipta publik domain dalam terjemahan Indonesia.