Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
supaya dipeliharakannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada orang yang tiada ketahuan, yang membujuk dengan perkataannya.
Amsal 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 2:16 (IDN) »
supaya dilepaskannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada perempuan yang tiada ketahuan, yang membujuk-bujuk dengan perkataannya,

Amsal 6:24 (IDN) »
Maka demikianlah engkau dipeliharakan dari pada perempuan jalang dan dari pada lidah pembujuk orang yang tiada ketahuan.

Amsal 5:3 (IDN) »
Bahwasanya lidah perempuan jalang itu bertitik-titik air madu dan langitan mulutnyapun terlebih licin dari pada minyak.
Amsal 7:5 (IDN) — Melindungi Diri dari Tipuan Perempuan Jalang
Amsal 7 berisi nasihat kebijaksanaan tentang menghindari godaan jalang yang membujuk dengan kata-kata manis. Ayat 5 menekankan perlunya menjaga diri agar terhindar dari pengaruh perempuan jalang dan orang yang tiada ketahuan, yang membujuk dengan perkataannya. Dalam konteks kitab Amsal, ayat ini menasihati anak-anak muda untuk berhati-hati terhadap godaan moral yang bisa membinasakan hidup. Frasa “supaya dipeliharakannya dikau” menegaskan bahwa perlindungan diri berasal dari kebijaksanaan, pengertian, dan disiplin diri yang membedakan antara godaan berbahaya dan pilihan yang benar di hadapan Allah.
Inti makna utama
Inti ayat ini adalah peringatan untuk menjaga diri dari pengaruh orang yang tidak memiliki keteladanan moral dan dari perempuan jalang yang mengajukan bujukan dengan kata-kata. Kebijaksanaan yang dipraktikkan—menjauhi situasi berbahaya, menghindari dialog yang menggoda, dan memilih jalur hidup yang benar—adalah penjaga bagi jiwa dan masa depan seseorang.
Sejumlah tema kunci
Wawasan dari komentar klasik (ringkas)
Para penafsir publik domain menggarisbawahi bahwa peringatan ini bukan sekadar soal gender, melainkan soal godaan yang menyesatkan. Menurut pandangan klasik, nasihat kebijaksanaan menuntut pimpinan Tuhan dalam setiap keputusan dan menjaga lidah serta langkah hidup agar tidak terperangkap oleh kata-kata manis yang menipu. Beberapa penulis berpendapat bahwa “orang yang tiada ketahuan” menggambarkan sosok yang tidak dikenal karena kebijaksanaan hidupnya; ia bisa menggerakkan pembicaraannya untuk membujuk tanpa terlihat niat sebenarnya. (Ringkasan simpulan dari karya-karya komentrator publik domain: Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke.)
Catatan kutipan singkat yang relevan dari tokoh-tokoh tersebut: tidak ada kutipan panjang yang disertakan di sini, namun gagasan umum mereka menekankan bahaya godaan yang diembuskan lewat kata-kata dan pentingnya menjaga hati melalui hikmat dan disiplin moral.
Hubungan silang Alkitab
Beberapa referensi terkait yang relevan: - Amsal 5:3-4 — menggambarkan godaan yang tampak manis namun akhirnya pahit bagi jiwa. - Amsal 2:12-15 — bagaimana kebijaksanaan melindungi dari jalan orang yang menyesatkan. - 1 Korintus 6:18-20 — mengingatkan pentingnya menjaga tubuh sebagai bait Roh Kudus dan menjauhi tindakan yang merusak.
Penjelasan singkat tentang hubungan: Ayat-ayat ini menegaskan tema kebijaksanaan praktis dan perlindungan moral lewat pilihan pergaulan, lidah, dan tindakan, yang sejalan dengan banyak nasihat bijaksana dalam kitab Amsal dan pesan moral Perjanjian Baru mengenai pemurnian hidup kudus.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menerapkan nasihat ini hari ini? Peliharalah hati dengan menjaga pembicaraan yang membangun, menjauhi ajakan yang menyesatkan, dan memilih persekutian yang memperkuat iman. Latih diri untuk berkata tidak kepada godaan verbal, terutama ketika bujukan muncul lewat teman sebaya, media, atau godaan hiburan yang meragukan integritas.
Ringkasan penutup
Amsal 7:5 mengingatkan bahwa perlindungan hidup dimulai dari kebijaksanaan—menjauhkan diri dari godaan yang merusak dan memilih jalan hidup yang setia kepada Allah. Dengan menjaga lidah, pergaulan, dan keputusan, seseorang dapat menghindari bahaya spiritual yang diungkapkan melalui bujukan dengan kata-kata.