Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:26 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:26 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
karena banyaklah orang yang mati dibinasakan olehnya, dan amat banyak bilangan orang yang telah dibunuhnya.
Amsal 7:26 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:26 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 13:26 (IDN) »
Bukankah dalam hal ini juga Sulaiman, raja orang Israel, sudah berbuat dosa? Jikalau di antara segala bangsa yang besar sekalipun seorang rajapun tiada samanya dan bagindapun kekasih Allahnya dan baginda diangkat Allah akan raja atas segala orang Israel, maka baginda juga dibujuk oleh perempuan helat itu akan berbuat dosa.

1 Korintus 10:8 (IDN) »
Janganlah kita juga mengerjakan zinah, seperti yang dikerjakan oleh beberapa mereka itu, dan di dalam satu hari sudah rebah mati dua puluh tiga ribu orang.

1 Petrus 2:11 (IDN) »
Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa;
Amsal 7:26 (IDN)
Ayat ini berada dalam konteks Menteorias seorang pengkhotbah hikmat yang memperingatkan tentang tipu muslihat pelaku zina dan godaan yang berbahaya. Bait-bait sebelumnya menggambarkan keindahan wanita fasik sebagai perangkap, tetapi ayat ini menekankan konsekuensi tragis bagi pelaku dan korban. Dalam konteks buku Amsal, tema utama adalah hikmat yang membimbing jalan hidup agar terhindar dari kebinasaan yang disebabkan pelanggaran moral.
Apa yang dimaksud ayat ini tentang Allah dan iman
Amsal 7:26 menekankan bahwa bukan sekadar bahaya sesama manusia, melainkan realitas bahwa kejahatan nyata membawa akibat serius hingga menimbulkan kematian. Tuhan menghendaki umat-Nya hidup dalam kebenaran; ayat ini mengingatkan bahwa pelanggaran seksual yang disertai tipu daya menghasilkan kehancuran. Dalam iman, kita dipanggil untuk menjauhi jalur yang membawa kematian rohani dan fisik, serta mempercayakan diri pada hikmat Allah yang menjaga hidup.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat lain menekankan peringatan serupa tentang bahaya tipu daya dan akibat pelanggaran moral:
Penjelasan singkat dan aplikasi praktis
Amsal 7:26 mengajak pembaca untuk menilai konsekuensi dari tindakan kita, terutama setiap godaan yang menjanjikan kepuasan sesaat tetapi berujung pada kerugian berat. Hikmat menuntun kita menjauhi pola yang berbahaya, mengandalkan perlindungan Allah, dan menjaga diri dalam integritas. Ketika orang terpikat oleh godaan, kita diingatkan untuk menutup pintu bibir kita terhadap hal-hal yang memicu kejahatan dan mencari perlindungan di dalam jalan Tuhan yang membawa kehidupan.
Inti penerapan sekarang
Quotations from classic commentaries (public domain) are included for context where available, without reproducing full verses. The essence remains: kejahatan memiliki harga; hikmat menuntun hidup yang berkenaan dengan Tuhan dan sesama.
Rangkuman penuntun rohani
Ayat ini menegaskan bahwa akibat kejahatan bukan sekadar tindakan individu, melainkan dampak luas bagi orang banyak. Oleh karena itu, iman yang bijak menuntun kita menjauhi cara hidup yang berbahaya, bersandar pada hikmat Allah, dan hidup dalam perlindungan-Nya.