Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa adalah padaku persembahan syukur, pada hari ini juga aku telah menyampaikan nazarku.
Amsal 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 7:11 (IDN) »
Maka inilah syarat persembahan syukur, yang patut dipersembahkan orang kepada Tuhan:

Amsal 15:8 (IDN) »
Persembahan orang jahat menjadi kebencian kepada Tuhan, tetapi doa orang yang tulus hatinya menjadi kesukaannya.

Amsal 21:27 (IDN) »
Persembahan orang jahat itu suatu kebencian adanya, istimewa pula jikalau dibawanya dengan niat yang jahat.
Amsal 7:14 (IDN): Makna, Konteks, dan Renungan
Kata-kata sumpah atau nazar sering muncul dalam kitab nasihat seperti Amsal sebagai penanda komitmen hati saat seseorang menyatakan kesungguhan ibadah, terutama di tengah godaan dan kegoncangan. Ayat ini menyoroti contoh seseorang yang menafsirkan tindakan syukur dan nazarnya sebagai bagian dari persembahan dirinya kepada Allah. Dalam bahasa Indonesia, pernyataan “padaku persembahan syukur” mengandung gagasan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan bekal ibadah yang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai ritual hidup sehari-hari.
Konteks asli dan maksud inti ayat
Ayat 14 berada dalam konteks nasihat-pembimbing tentang godaan maksiat dan bagaimana seseorang menepati komitmennya kepada Tuhan. Penggunaannya menegaskan bahwa kesungguhan ibadah muncul lewat tindakan nyata, berupa persembahan syukur dan pemenuhan nazar pada hari itu juga. Makna nazar di sini adalah janji pribadi yang diteguhkan di hadapan Tuhan untuk membuat kurban atau persembahan sebagai bentuk tawaran hati. Ayat ini menekankan urgensi menepati nazar segera, agar tidak kehilangan makna komitmen rohani itu.
Pesan utama
Inti pesannya ialah: ibadah sejati tidak menunda-nunda. Syukur yang dinyatakan melalui persembahan dan penepatan nazar segera menunjukkan sikap taat dan serupa dengan pola hidup yang takut akan Tuhan. Nasihat ini beresonansi dengan ajaran hikmat lain tentang menepati janji (keandalan, integritas) dan pentingnya tindakan nyata sebagai buah dari iman.
Tema pendukung dalam Alkitab
Cross-references yang relevan
Gagasan para penafsir klasik (ringkas)
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menyinggung keautentikan pengabdian. Mereka melihat persembahan syukur sebagai wujud syukur yang lahir dari pengalaman bertemu dengan Tuhan, bukan sekadar ritual formal. Mereka menekankan bahwa menepati nazar adalah tindakan praktis yang mencerminkan kesetiaan hati kepada Tuhan, bukan sekadar slogan rohani.
Renungan penutup
Ayat ini mengingatkan kita bahwa syukur sejati memerlukan langkah konkret: menepati nazar dan mempersembahkan persembahan pada saat yang tepat. Ketika kita berkomitmen pada Tuhan, biarkan komitmen itu mempengaruhi ritme hidup kita—kata-kata yang diucapkan menjadi tindakan yang terlihat dalam urusan sehari-hari, pekerjaan, hubungan, dan waktu kita dengan Tuhan. Biarlah hari ini menjadi hari di mana syukur bersinar melalui tindakan nyata, membawa kedamaian dan integritas yang berkenan kepada-Nya.
Cross-references: Mazmur 50:14; Hakim-hakim 11:30-31; Yakobus 2:17.