Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:17 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan aku sudah meraksi tempat tidurku dengan mur dan gaharu dan cendana.
Amsal 7:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 45:8 (IDN) »
(45-9) Segala pakaianmu itu mur dan gaharu dan cendana dari dalam maligai gading, dari tempat mereka itu menyukakan dikau.

Keluaran 30:23 (IDN) »
Maka hendaklah engkau mengambil rempah-rempah yang terutama, yaitu mur yang cair lima ratus bahagian dan kayu manis yang wangi separuhnya, yaitu dua ratus lima puluh bahagian, dan deringu yang wangipun dua ratus lima puluh bahagian

Kidung Agung 3:6 (IDN) »
Siapa gerangan dia, yang datang naik dari padang belantara bagaikan tiang asap, terukup dengan mur dan kemenyan, dan bau segala jenis rempah yang indah-indah?
Amsal 7:17 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Amsal 7 menggambarkan tipuan seorang wanita pezina yang mencoba menarik seorang pria ke dalam jalan dosa. Ayat 17 adalah bagian dari gambaran itu, di mana ia menyatakan memercikkan aroma harum pada tempat tidurnya. Frasa ini menonjolkan daya tarik sensorial dan kecanggihan tipu muslihat yang digunakan untuk menjebak korbannya. Dalam konteks kitab Amsal, nasihat kebijaksanaan menekankan menghindari jalan yang berbahaya melalui pengakuan atas bahayanya godaan dan perlunya menjaga mata hati agar tidak terpikat.
Ayat ini menunjukkan upaya mantan penjahat moral untuk memikat dengan kenyamanan material dan keindahan bunyi. Aromanya—mur, gaharu, dan cendana—merujuk pada kemewahan dan kemilau kemesraan yang menipu. Pesan itu adalah peringatan bahwa daya tarik lahiriah bisa menutupi bahaya spiritual yang mengiringi tindakan tersebut.
Beberapa ayat terkait membantu memahami pola godaan dan perlindungan moral:
Pelajaran utama adalah waspada terhadap skema yang menggoda dengan kemewahan dan kenyamanan. Dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal material dapat menipu jika itu memalingkan fokus kita dari komitmen moral dan iman kepada Tuhan. Praktiknya adalah menjaga jarak dari situasi yang berpotensi mengoyak integritas, membangun disiplin pribadi, dan mencari kebijaksanaan dalam komunitas yang saling menguatkan.
Amsal 7:17 menegaskan bahwa keindahan dan kemewahan bisa menjadi alat penjerat. Kebijaksanaan menuntun kita untuk menolak godaan demi mempertahankan hidup yang setia kepada hikmat Allah. Dalam konteks peringatan kitab Mahir ini, ajaran itu mengajak kita menilai aroma manis yang tak selalu berarti keselamatan.
Catatan referensi patut dipahami dalam kerangka tafsir para komentator bebas: akar-akar tipuan sering ditempuh melalui daya tarik fisik dan kenyamanan, tetapi hikmat mengajak kita melihat di balik permukaan untuk menjaga hati dari jebakan yang menyesatkan.
Penutup singkat: perlindungan terbaik adalah menjaga kebijaksanaan, menjauhi jalan berbahaya, dan memilih hidup yang setia kepada Tuhan dan prinsip moral yang benar.