Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 7:23 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 7:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
ke tempat anak panah makan terus di limpanya, dan seperti burung bersegera-segera mendapatkan jerat dan tiada diketahuinya bahwa disengajakannya matinya.
Amsal 7:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 7:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Pengkhotbah 9:12 (IDN) »
Tambahan pula tiada diketahui orang akan ajalnya, seperti ikan tertangkap dengan pukat celaka, dan seperti burung tertangkap dengan jerat, demikianpun anak-anak Adam terjerat apabila jahat menempuh kepadanya dengan sekonyong-konyong.

Bilangan 25:8 (IDN) »
Maka diikutnya orang Israel itu dari belakang sampai ke dalam petidurannya, lalu ditikamnya keduanya, baik orang Israel baik perempuan itu tengah ia berkendak, maka seketika itu berhentilah bala itu dari pada bani Israel.

Interpretive Point: Bahaya yang Muncul ketika Mengabaikan Peringatan
Amsal 7:23 menggambarkan seseorang yang menunda-nunda pertobatan dan akhirnya terperdaya seperti orang yang terhajar panah, terjerat oleh perangkap hingga tiada ia menyadari bahwa kematian sedang menantinya. Ayat ini menekankan bahaya minimnya kesiagaan moral dan konsekuensi serius dari mengikuti jalan berbahaya yang tampak menggoda di mata manusia, bukannya taat pada hikmat Tuhan.
Konteks Sastra
Amsal 7 berada dalam bagian kumpulan nasihat kebijaksanaan yang menekankan pentingnya menjaga hati dari tipu muslihat perilaku imoral. Pasal ini menyajikan gambaran tokoh yang membangkitkan godaan zina dan menekankan bahwa pilihan seketika dapat membawa seseorang ke dalam jerat yang mematikan. Dalam konteks kitab Amsal, tema utama ialah hidup bijak yang takut akan TUHAN vs. jalan fasik yang kelihatan menarik tetapi akhirnya membawa kehancuran.
Signifikansi Teologis
Ayat ini menegaskan realitas pertarungan rohani antara hikmat ilahi dan godaan dunia. Kelebihan kebijaksanaan tidak cukup jika tidak diikuti dengan kewaspadaan moral. Allah menuntun dengan hikmat-Nya, sedangkan manusia sering mudah terpedaya oleh keinginan sesaat. Perumpamaan panah dan jerat menunjukkan bahwa akibat dari jalan yang salah bersifat fatal dan sering tidak disadari pada awalnya, memberi pelajaran tentang pentingnya mempercayai pimpinan ilahi lebih daripada empati pada godaan sesaat.
Pemikiran dari Bapak-Bapak Gereja (singkat)
Beberapa penafsir dari tradisi public-domain menyorot bahwa peringatan dalam nasihat Amsal ini berfungsi sebagai seruan untuk memperbaharui kemurnian hidup dan menghindari jebakan zina serta penyimpangan moral. Mereka menekankan bahwa corak bahasa kiasan dalam pilihan kata mengingatkan pembaca akan konsekuensi kelalaian, yang, bagaimanapun, dapat dicegah melalui disiplin diri dan penyerahan kepada hikmat Tuhan. Kutipan singkat yang relevan dari para komentator terdahulu menunjukkan bagaimana kebijaksanaan menolak pesona sementara demi keselamatan abadi. Perlu dicatat, kutipan eksplisit bisa berbeda tergantung terjemahan, tetapi inti pesan mereka menekankan kewaspadaan, pertobatan, dan hidup dalam jalan yang benar.
Konteks Kitab Lain
- Yakobus 1:14-15 menyoroti bagaimana godaan berasal dari keinginan manusia, yang akhirnya menimbulkan dosa dan kematian. Hubungan konsep ini dengan Amsal 7 menegaskan bahwa kesiagaan batin dan penyerahan kepada hikmat Allah mencegah perangkap dosa.
- Ibrani 3:12-13 menekankan perlunya memperhatikan supaya hati tidak terjerat oleh kejahatan yang menipu; ini sejalan dengan nasihat Amsal untuk menjaga jalan hidup dari godaan yang berbahaya.
- Amsal 4:14-15 mengajak pembaca menjauhi jalan orang jahat dan memilih jalur hikmat, memperjelas pilihan eksplisit antara kebajikan dan kebinasaan.
Pertanyaan Refleksi
Penutup
Amsal 7:23 mengingatkan kita bahwa kelalaian dalam mengikuti hikmat ilahi dapat berujung pada kehancuran yang tak disadari. Dengan menjaga hati, berpegang pada hikmat, dan memohon perlindungan Allah, kita dapat menghindari jebakan dunia dan hidup dalam jalan yang membawa kehidupan kekal.
Rujukan silang
- Yakobus 1:14-15: godaan berasal dari keinginan manusia; kedisiplinan rohani memerangi godaan.
- Ibrani 3:12-13: ajakan untuk menjaga hati agar tidak terjerat oleh kejahatan yang menipu.
- Amsal 4:14-15: pilihan antara jalan kebijaksanaan dan jalan orang jahat.