Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:19 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Yusuf, suaminya itu, oleh sebab ia seorang yang lurus hati, dan tiada hendak memberi malu kepadanya dengan nyata, bermaksudlah ia akan menceraikan dia dengan senyap.
Matius 1:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 22:21 (IDN) »
maka hendaklah dibawanya akan anak dara itu keluar ke pintu rumah bapanya, lalu orang-orang negerinya hendaklah melontari dia dengan batu sampai ia mati, karena telah diperbuatnya suatu perkara yang bodoh di tengah Israel dengan berkendak selagi ia dalam rumah bapanya, maka demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu.

Ulangan 24:1 (IDN) »
Bermula, maka apabila seorang laki-laki telah mengambil bini dan telah kawin dengan dia, bahwa sesungguhnya jikalau tiada ia berkenan akan dia, sebab didapatinya akan barang sesuatu kecelaan padanya, maka hendaklah disuratkannya akan dia surat talak, diberikannya kepada tangannya, lalu disuruhnya akan dia keluar dari dalam rumahnya.

Yohanes 8:4 (IDN) »
serta berkata kepada Yesus, "Ya Guru, perempuan ini didapati tengah berbuat zinah.
Makna Langsung (Matius 1:19)
Ayat ini menyatakan bahwa Yusuf, suami Maria, ialah orang yang lurus hati. Ia tidak ingin mencemarkan martabat Maria secara terbuka, meskipun ia sedang berhadapan dengan kenyataan yang menantang: Maria hamil di luar nikah menurut hukum pada saat itu. Karena nurani yang benar, ia merencanakan cara yang tidak menimbulkan malu bagi Maria, yaitu menceraikan dia dengan diam-diam.
Latar belakang kontekstual
Gambaran tentang Yusuf muncul dalam konteks kelahiran Yesus sebagai bagian dari karya keselamatan Allah. Matius menekankan bahwa Yusuf adalah seorang yang taat akan Taurat dan setia kepada hukum, namun juga menempatkan kasih karunia Allah di atas formalitas hukum. Ketika ia mendengar kabar tentang kehamilan Maria, ia mempertimbangkan tindakan yang paling adil: berpisah secara privat agar Maria tidak dipermalukan.
Observasi penafsiran
Gagasan tematik singkat
Rujukan silang yang relevan
Catatan praktis singkat
Pelajaran bagi pembaca sekarang adalah pentingnya ketaatan yang berlandaskan kasih. Ketika dihadapkan dengan keadaan sulit, kita diajak menimbang tindakan tidak hanya menurut standar sosial atau hukum semata, tetapi juga menurut kasih dan integritas di hadapan Allah. Tindakan kita seharusnya memuliakan Tuhan sambil menjaga martabat orang lain.
Penutup ringkas berdasarkan sumber tafsiran terkemuka
Para penafsir klasik menyoroti karakter Yusuf sebagai teladan: seorang yang lurus hati yang menimbang dengan bijak antara hukum dan belas kasih. Meskipun ajaran lama menuntut tindakan tegas terhadap pelanggaran, penyajian Yusuf adalah contoh bagaimana Allah bekerja melalui ketaatan yang lembut dan penuh pertimbangan untuk mewujudkan rencana-Nya. Dalam konteks ini, kita melihat bagaimana tindakan Yusuf yang awalnya nampak rahasia diakhiri dengan pengungkapan ilahi melalui mimpi, menegaskan bahwa kebenaran Allah melampaui batas-batas manusia.
Salinan kutipan singkat yang relevan dari tokoh tafsir kuno:
“Orang yang lurus hati” (Matthew Henry) — Yusuf adalah contoh integritas moral yang diarahkan oleh iman kepada Allah.
Hasil penafsiran yang disampaikan di atas merangkum pemahaman yang relevan bagi pembaca Indonesia: ketaatan yang berakar pada kasih, upaya menjaga martabat sesama, dan kepercayaan bahwa rencana Allah jauh melampaui penilaian manusia.