Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 22:1 Ulangan 22:2 Ulangan 22:3 Ulangan 22:4 Ulangan 22:5 Ulangan 22:6 Ulangan 22:7 Ulangan 22:8 Ulangan 22:9 Ulangan 22:10 Ulangan 22:11 Ulangan 22:12 Ulangan 22:13 Ulangan 22:14 Ulangan 22:15 Ulangan 22:16 Ulangan 22:17 Ulangan 22:18 Ulangan 22:19 Ulangan 22:20 Ulangan 22:21 Ulangan 22:22 Ulangan 22:23 Ulangan 22:24 Ulangan 22:25 Ulangan 22:26 Ulangan 22:27 Ulangan 22:28 Ulangan 22:29 Ulangan 22:30



Ulangan 22:21 (IDN)
Bagian ini berada dalam seruan hukum Allah yang menekankan kejelasan kejatuhan moral dan perlindungan terhadap integritas keluarga serta komunitas di Israel. Ayat ini mengatur respons terhadap hubungan yang dianggap “berkembang di luar nikah” dan menegaskan bahwa tindakan tersebut membawa konsekuensi serius. Dalam konteks kitab Ulangan, hukum-hukum ini disampaikan sebagai pedoman hidup bagi bangsa yang dipanggil untuk hidup suci di hadapan Tuhan sambil menjaga kehormatan rumah tangga.
Ayat dalam konteks pasal
Ulangan 22 membahas berbagai kasus praktik seksual, keutuhan pernikahan, serta kewajiban hukum terhadap pelanggaran yang menodai komunitas Israel. Ayat 21 menekankan perlakuan terhadap anak dara yang terlibat dalam keadaan yang dinilai “bodoh di tengah Israel” dan berakhir dengan hukuman yang berat. Penekanan utama adalah pada seriusnya tindakan tersebut di mata hukum bangsa Israel dan perlunya membuang kejahatan itu dari tengah mereka sebagai upaya pemurnian komunitas.
Pelajaran utama spiritual
Inti ajaran ayat ini menekankan: Allah memegang teguh kemurnian hidup keluarga sebagai fondasi kemurnian bangsa. Ketika kekudusan ditembus, komunitas dipanggil untuk menegakkan hukum dan menjaga integritas. Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa konsekuensi moral yang berat bisa menjadi upaya pembersihan agar tidak menular ke generasi berikutnya.
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Catatan: di beberapa bagian Perjanjian Lama, pengungkapan tindakan demikian sering disertai dengan konteks budaya dan hukum yorubai kuno. Namun prinsip dasarnya adalah menjaga kemurnian komunitas di hadapan Tuhan dan menjaga rumah tangga sebagai unit dasar bangsa.
Aplikasi praktis bagi pembaca zaman kini
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat-ayat rujukan menekankan bahwa pemulihan hubungan dan integritas komunitas lebih utama daripada hukuman semata, dan Allah menghendaki pemulihan serta pertobatan menuju hidup yang berkenan di hadapan-Nya.
Ringkasan
Ulangan 22:21 menegaskan bahwa pelanggaran serius terhadap kemurnian rumah tangga memerlukan tindakan tegas untuk menjaga kemurnian bangsa. Sementara kita memahami konteks budaya kuno, prinsip utamanya adalah menjaga kemurnian hidup sesuai dengan firman Tuhan, dengan arah pada pemulihan, keadilan, dan perlindungan bagi komunitas secara keseluruhan.
Inspirasi kata-kata tokoh jamak penafsir publik domain: Matthew Henry menekankan pentingnya menjaga kemurnian dan kehormatan keluarga sebagai bagian dari kehidupan saleh; Albert Barnes menekankan konteks hukum sebagai pedoman untuk menjaga keharmonisan komunitas; Adam Clarke menyoroti beratnya tindakan dan perlunya pemurnian komunitas melalui hukum yang adil, bukan sekadar hukuman semata. Frasa kunci dari karya mereka menggariskan bahwa integritas keluarga adalah fondasi bangsa yang berkenan kepada Tuhan.