Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 22:1 Ulangan 22:2 Ulangan 22:3 Ulangan 22:4 Ulangan 22:5 Ulangan 22:6 Ulangan 22:7 Ulangan 22:8 Ulangan 22:9 Ulangan 22:10 Ulangan 22:11 Ulangan 22:12 Ulangan 22:13 Ulangan 22:14 Ulangan 22:15 Ulangan 22:16 Ulangan 22:17 Ulangan 22:18 Ulangan 22:19 Ulangan 22:20 Ulangan 22:21 Ulangan 22:22 Ulangan 22:23 Ulangan 22:24 Ulangan 22:25 Ulangan 22:26 Ulangan 22:27 Ulangan 22:28 Ulangan 22:29 Ulangan 22:30



Makna Langsung Ayat
Ulangan 22:30 menegaskan larangan serius bagi seorang laki-laki untuk mengambil istri dari keluarga ayahnya sendiri, serta menolak kemungkinan menyelidiki atau membongkar punca selimut bapaknya. Secara figuratif, peringatan ini menegaskan bahwa hak kelamin dan martabat keluarga tidak boleh disalahgunakan demi keuntungan pribadi, dan menekankan jarak etis yang jelas antara anggota keluarga inti.
Latar Belakang Kontekstual
Teks Ulangan 22 berisi hukum-hukum praktis bagi keseharian komunitas Israel kuno, menekankan tata krama moral dan perlindungan bagi anggota keluarga. Larangan ini muncul dalam kerangka menjaga murni garis keturunan, kehormatan keluarga, serta menjaga kekudusan hidup berkomunitas. Peringatan terhadap tindakan yang merendahkan martabat keluarga menegaskan bahwa tindakan seksual yang menodai garis keturunan memiliki konsekuensi sosial yang serius.
Interpretasi Kunci
Beberapa hal penting yang tampak:
Sumber-sumber tafsiran tertentu menekankan bahwa ayat ini juga membangun norma umum mengenai batasan hubungan intim yang tidak sehat antara anggota keluarga besar. Dalam pandangan klasik, penekanan pada kehormatan garis keturunan dan integritas rumah tangga menjadi pedoman bagi bangsa itu untuk hidup benar di hadapan Allah.
Cuplikan PANDANGAN Tokoh Terkait
Ringkasan pandangan para penafsir publik domain lama kadang menonjolkan perlindungan keluarga dan larangan hubungan yang bisa menimbulkan polarisasi sosial. (Ringkasan ini disederhanakan untuk konteks editorial modern; tidak menyalin kutipan panjang.)
Inti Tema dalam Ayat Ini
Korelasi Alkitabiah
Beberapa bagian yang relevan: - Perintah menjaga kemurnian keluarga memberi konteks etika seksual dalam Perjanjian Lama. - Norma hormat pada garis keturunan memantapkan prinsip menjaga martabat istri dan anak dalam komunitas iman. - Larangan serupa juga muncul dalam teknik hukum komunitas untuk menekan tindakan yang merusak tatanan keluarga.
Amanat Praktis
Ayat ini mengingatkan pembaca untuk selalu menjunjung tinggi batas-batas yang sehat dalam hubungan keluarga. Dalam konteks modern, prinsipnya menegaskan pentingnya menjaga martabat pasangan, menghormati garis keturunan, dan menghindari tindakan yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga serta komunitas iman.
Rujukan Silang singkat
- Imamat 18:6-18: membahas ketentuan tentang batasan hubungan seksual dengan anggota keluarga dekat.
- Ulangan 27:20-23: memperingatkan tentang tindakan yang melanggar hukum dan martabat keluarga dalam konteks kutukan hukum.
- Keluaran 20:14 (larangan berzinah) sebagai landasan moral umum mengenai hubungan seksual yang tidak benar dalam komunitas.