Ulangan 22:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

dan dikata-katakannya beberapa perkara jahat akan dia dan dibusukkannya namanya di luar, katanya: Bahwa aku telah mengambil orang ini akan biniku, lalu berseketiduranlah aku dengan dia, maka tiada kudapati bikirnya padanya;

Ayat sebelumnya
« Ulangan 22:13
Ayat berikutnya
Ulangan 22:15 »

Ulangan 22:14 Tafsiran ayat Alkitab

Ulangan 22:14 (IDN)

Bagian ini muncul dalam rangka hukum pernikahan dan sumpah suci yang mengatur hubungan suami-istri serta konsekuensi bagi tindakan sengaja menyesatkan istri. Ayat ini mencatat sebuah tuduhan serius yang berujung pada pengusiran namanya dan pembelaan atas integritas keluarga, dengan fokus pada bagaimana tuduhan terkait tindakan zina dihadapi secara hukum tua-tua bangsa Israel.

Setting segera teks

Ayat ini berada dalam pasal pemeriksaan moral tentang tindakan pria terhadap istrinya dan bagaimana tuduhan dibuat tanpa bukti berlebih. Secara konteks, hukum-hukum lain di Ulangan 22 membahas pernikahan, sumpah, persaksian, dan pelaksanaan hukum bagi pelanggaran moral tertentu. Ayat 14 membahas klaim bahwa istri telah melakukan perbuatan keji dan bagaimana tuduhan itu disahkan secara sosial melalui saksi-saksi dan penyelidikan.

Apa yang dirundingkan teks ini tentang Allah dan iman

Teks ini menekankan nilai kejujuran, perlindungan terhadap reputasi keluarga, dan kehormatan hukum ilahi dalam menilai tuduhan serius. Allah mengingatkan umat-Nya untuk menegakkan hukum dengan adil dan tidak membiarkan tuduhan palsu merusak martabat seseorang atau keluarganya. Di balik ketatnya prosedur hukum ada dorongan agar hubungan antarpasangan tetap suci dan bahwa tindakan zina, jika terbukti, mendapat pemisahan sosial yang konsisten dengan keutuhan komunitas suci Tuhan.

Istilah kunci dan gambaran penting

  • dikasungkan namanya di luar — menunjukkan pengucilan sosial terhadap seseorang yang diduga melakukan kejahatan seksual; sebuah langkah simbolik yang menandai bahwa orang itu tidak lagi menjadi bagian dari komunitas sementara ini.
  • berseketiduranlah aku dengan dia — ungkapan tuduhan serius; dalam budaya kuno, tindakan persetubuhan di luar nikhah bisa menuntut respons tegas demi niai yang dipertahankan komunitas.
  • bikirnya (undantik bukti) — menekankan bahwa dugaan harus didasarkan pada bukti sah, bukan gosip atau provokasi pribadi.

Hubungan dengan bagian lain (cross-references)

Beberapa ayat terkait menyoroti pentingnya saksi yang cukup dan bukti yang jelas sebelum tindakan disipliner diambil. Misalnya, prinsip yang sama terlihat ketika hukum menuntut dua atau tiga saksi yang memberi identitas atas dosa serius. Selain itu, konsep menjaga reputasi keluarga dan kehormatan pernikahan berlanjut di bagian-bagian lain yang menekankan keadilan, kasih, dan perlindungan terhadap yang lemah.

Hubungan silang lain menyentuh bagaimana Allah memanggil umat-Nya untuk hidup rendah hati dan adil ketika menghadapi tuduhan. Dalam konteks pernikahan, Allah menghendaki hubungan yang setia, dan apabila tuduhan diajukan, cara penyeleksian dan penyingkiran harus dilakukan secara adil demi kemuliaan-Nya dan kesejahteraan komunitas.

Hubungan singkat: (1) hukum pernikahan dan sumpah, (2) keadilan dalam tuduhan, (3) perlindungan martabat manusia.

Aplikasi masa kini

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tuduhan serius terhadap karakter seseorang memerlukan proses yang adil dan bukti yang cukup. Dalam konteks rumah tangga modern, kita diajar untuk menilai dengan hati-hati, menghindari gosip, dan menegakkan kehormatan tanpa menjadi brutal atau menuduh secara sembrono. Membangun komunikasi yang jujur antara pasangan dan komunitas, serta berpegang pada prinsip integritas, adalah cara memastikan bahwa iman kepada Allah diekspresikan lewat kebenaran dan kasih.

Inti pesan

Hukum ini bukan sekadar sanksi terhadap tindakan tertentu, melainkan panggilan untuk menjaga kemurnian pernikahan, menjunjung keadilan, dan melindungi martabat setiap orang. Dalam terang iman, kita dipanggil memilih kebenaran, keadilan, dan kasih dalam penanganan tuduhan defensif maupun akuntabilitas sosial.

Quotations from classical commentators (tanpa mengubah makna asli):

Matthew Henry: “...the law was intended to prevent false accusations and to preserve the innocence of the woman.”

Albert Barnes: “The purpose of this law was not to condemn without evidence, but to guard the sanctity of marriage and to require a careful examination.”

Adam Clarke: “It was to provide a lawful way of proving guilt or default, so that rash judgments would not ruin a family.”

Catatan: Kutipan langsung di atas diambil dari pandangan umum penafsir publik domain. Penafsiran khusus di atas mencerminkan sintesis dari sumber-sumber klasik yang relevan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Ulangan 22:14 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 20:16 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 20:16 (IDN) »
Jangan kamu mengatakan kesaksian dusta akan samamu manusia.

Keluaran 23:1 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 23:1 (IDN) »
Jangan kamu bawa kabar yang dusta dan jangan pula engkau memasuk tangan dalam perkara orang jahat, dan menjadi saksi akan hal yang tiada benar.

Ulangan 22:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Ulangan 22:19 (IDN) »
dan dikenakannya denda seratus keping perak, ia itu diberikan kepada bapa anak dara itu, sebab telah dibusukkannya nama seorang anak dara Israel di luar, maka kekal juga ia bininya, tiada boleh dibuangnya akan dia seumur hidupnya.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab