Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:18 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian halnya: Tatkala Maryam, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maryam itu hamil daripada Rohulkudus.
Matius 1:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Galatia 4:4 (IDN) »
Tetapi tatkala genap masanya, Allah pun menyuruhkan Anak-Nya, yang lahir daripada seorang perempuan, dan yang takluk di bawah syariat Taurat,

Ayub 14:4 (IDN) »
Siapa gerangan dapat menerbitkan yang suci dari pada yang najis? Seorangpun tidak.

Kejadian 3:15 (IDN) »
Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya.
Matius 1:18 — Latar Kelahiran Yesus
Ayat ini membuka narasi kelahiran Kristus dengan menyoroti keadaan awal antara Maria dan Yusuf. Maryam bertunangan dengan Yusuf ketika sebelum keduanya bersetubuh, Maryam dinyatakan hamil oleh karya Roh Kudus. Peristiwa ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus bukan hasil hubungan manusia semata, melainkan karya Allah yang ilahi.
Tampilan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja secara supranatural untuk memenuhi janji-Nya. Rencana keselamatan tidak dibatasi oleh keadaan manusiawi semata, melainkan oleh otoritas Roh Kudus yang mengandung keajaiban kelahiran tanpa pewarisan melalui pernikahan manusia. Hal ini membangun kepercayaan bahwa Allah setia pada janji-Nya dan mampu melibatkan manusia dalam rencana-Nya tanpa menghilangkan kekudusan-Nya.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan terkait dalam Alkitab
Beberapa bagian terkait membantu memperjelas konteks dan makna:
Aplikasi praktik bagi orang percaya hari ini
Mi silahkan menyadari bahwa Allah bisa bekerja secara luar biasa tanpa menghalangi penggunaan realitas hidup manusia. Keyakinan utama adalah bahwa karya keselamatan Allah tidak tergantung pada kecakapan manusia, melainkan pada kuasa-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk percaya meskipun jalan-Nya tidak selalu tampak logis, karena Allah menggenapi janji-janji-Nya melalui cara yang kadang tak terduga. Gunakan peristiwa kelahiran Maryam sebagai teladan kerendahan hati, kepatuhan, dan kepercayaan bahwa Allah memegang kendali atas rencana-Nya untuk dunia.
Kutipan singkat pada sumber teologis publik domain
Melihat para penafsir terdahulu secara ringkas membantu memahami arah ayat ini:
Adam Clarke menekankan keajaiban pekerjaan Roh Kudus dan kemurnian proses kelahiran sebagai tanda kebesaran Ilahi. “The holy Spirit ... shall Miraculously conceive,” adalah rangkuman isi yang dipakai dalam rangka membedakan kelahiran Kristus dari kelahiran manusia biasa.
Matthew Henry menyoroti bahwa pertemuan manusiawi tidak meniadakan kuasa ilahi; dengan tunangan, Yusuf terikat pada rencana Allah melalui ketaatan. Henry menegaskan bahwa bayi ini adalah Mesias yang dijanjikan.
Albert Barnes menekankan aspek kesucian dan kedudukan Mary sebagai perawan yang terhormat dalam rencana keselamatan. Barnes menilai peristiwa ini sebagai pemisah antara karya manusia dan karya Allah.
Catatan: pernyataan langsung kutipan singkat dari para komentator publik domain tidak disertakan secara panjang lebar di sini; namun, prinsip inti dari komentar mereka diintegrasikan dalam penjelasan di atas.
Penutup: ayat ini menegaskan bahwa Allah berkuasa menyatakan-Nya melalui karya-Nya sendiri, bahkan di tengah situasi manusiawi yang sederhana. Ketaatan Maryam dan ketundukan Yusuf menjadi bagian integral dari rencana Mesias yang membangun iman jemaat hingga hari ini.