Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Ibrahim memperanakkan Ishak; dan Ishak memperanakkan Yakub; dan Yakub memperanakkan Yehuda serta adik-beradik;
Matius 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 7:8 (IDN) »
Lalu dikaruniakan-Nya kepadanya Perjanjian persunatan; maka demikianlah Ibrahim telah memperanakkan Ishak, lalu menyunatkan dia pada hari yang kedelapannya, dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas nenek moyang ini.

Ibrani 11:17 (IDN) »
Dari sebab iman juga Ibrahim itu, tatkala diuji, mempersembahkan Ishak, dan ia, yang sudah menyambut segala perjanjian itu, tiada segan mengorbankan anaknya yang tunggal,

Kejadian 25:26 (IDN) »
Kemudian keluarlah saudaranya laki-laki, maka tangannya adalah memegang tumit Esaf itu; sebab itu dinamai oranglah akan dia Yakub. Maka umur Ishak itu enam puluh tahun tatkala kanak-kanak itu jadi.
Ringkasan Pembaca: Silsilah Awal yang Menetapkan Keturunan
Matius 1:2 mencatat garis keturunan Abraham hingga Yakub dengan fokus pada Yehuda dan adik-beradiknya. Ayat ini berfungsi sebagai pengantar kilas balik bagi pembaca untuk memahami bagaimana Mesias dan janji Allah terikat melalui nenek moyang Israel. Dalam satu rangkaian singkat, penulis menegaskan bahwa sejarah Israel bukan sekadar catatan historis, melainkan landasan iman yang berujung pada kedatangan Kristus.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 1 Matius memaparkan silsilah yang menghubungkan Yusuf, ibu-Nya Maria, dan identitas Mesias. Ayat 2 menelusuri garis keturunan ini melalui Abraham, Ishak, Yakub, hingga Yehuda dan adik-beradiknya. Frasa ini menegaskan kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya dengan Abraham, melalui garis keturunan yang kemudian melahirkan Israel yang diwakili oleh Yehuda, suku yang memikul janji-janji penting mengenai raja-raja dan Mesias.
Pelajaran rohani utama
Inti pelajaran adalah bahwa Tuhan bekerja melalui manusia biasa dalam rangka menyelenggarakan rencana besar bagi umat-Nya. Ketetapan ilahi tidak selalu tampak megah di permukaan, tetapi melalui setiap generasi—dari Abraham hingga Yakub—Allah mempersiapkan kedatangan Juruselamat. Silsilah ini mengingatkan kita bahwa iman pertama adalah keturunan dari komitmen Allah, dan respons manusia berupa taat meskipun melalui perjalanan panjang.
Perbandingan ayat terkait
Penekanan pada Yehuda dalam ayat berikutnya menyiapkan pembaca untuk janji raja-raja Daud yang terhubung dengan Mesias. Kelahiran kembali melalui garis ini menegaskan keakuratan janji Allah meskipun melalui perjalanan manusia yang kompleks.
Aplikasi praktis
Hubungan silang (cross-references) dan singkat penjelasan
Penghangatan dari para komentator klasik
Para penafsir terdahulu menekankan bahwa daftar silsilah menegaskan ketelitian sejarah Allah dalam menyusun rencana keselamatan. Dari pandangan Adam Clarke, perhatikan bagaimana rangkaian nama menekankan kesinambungan janji Allah meskipun ada kompleksitas keluarga manusia. Sementara Albert Barnes menyoroti bahwa silsilah ini bukan sekadar garis fisik, melainkan ikatan perjanjian dan penataan keturunan dalam tujuan Allah untuk menyatakan Kristus sebagai Juruselamat universal.
Catatan singkat: Kutipan langsung singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak tersedia dalam format lengkap di bagian ini; jika ada kutipan spesifik, akan dicantumkan secara tepat sebagaimana ada dalam sumber publik-domain.
Kesimpulan
Ayat 2 Matius membuka rangkaian narasi kelahiran yang menghubungkan Abraham kepada Yehuda dengan adik-beradikannya, menegaskan bahwa rencana Allah melibatkan sejarah manusia secara konkret. Hikmatnya bagi pembaca hari ini adalah mempercayai Allah yang setia mengikat masa lalu dengan masa kini, sehingga kedatangan Kristus menjadi puncak harapan bagi banyak bangsa.