Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan Zarubabil memperanakkan Abihud; dan Abihud memperanakkan Elyakim; dan Elyakim memperanakkan Azur;
Matius 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:13 Referensi silang ayat
Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.
Makna Ayat
Ayat Matius 1:13 menyebut silsilah pergantian generasi Bani Daud melalui garis Zarubabil, Abihud, Elyakim, hingga Azur. Ini menegaskan kesinambungan nubuatan dan peran keluarga-keluarga terhormat dalam persiapan kelahiran Mesias. Ringkasnya, teks ini menegaskan kontinuitas sejarah keselamatan melalui garis keturunan manusia yang dipakai Allah.
Latar Konteks
Buku Matius membuka dengan garis keturunan Yesus, menyusun genologi dari Abraham hingga Yusuf suami Maria. Bagian ini menegaskan bahwa Yesus adalah pewaris yang sah dari janji Abraham dan Daud. Ayat yang disebut menguatkan jejak keturunan di antara para tokoh Juda yang kurang dikenal di luar catatan kronik kuno, menunjukkan bahwa setiap generasi memainkan peran dalam rencana Allah.
Perhatikan Penafsiran
Beberapa catatan penafsir ternama menekankan bahwa daftar ini bukan sekadar catatan genealogis biasa, melainkan bagaimana Allah membentuk jalur biologis serta ketaatan generasi demi generasi. Nama Zarubabil menandai masa kembalinya bangsa Israel dari pembuangan; kelahiran Abihud, Elyakim, dan Azur melambangkan kelanjutan komitmen ilahi meskipun melalui paparan sejarah yang berliku.
Catatan Ringkas Tema
Lintasan Silang dengan Ayat Lain
Beberapa silang rujukan yang relevan membantu memahami konteks besar:
Wawasan Historis Ringan
Jejak silsilah seperti ini menekankan bagaimana Allah bekerja melalui manusia biasa—seperti Zarubabil dan keturunannya—untuk membawa rencana keselamatan kepada umat manusia. Meski tampak berbelit dan sederhana, catatan genealogis ini membangun kerangka kelahiran Juruselamat yang tak terbantahkan dalam konteks Perjanjian.
Inti Praktis yang Singkat
Pengajaran utama: Allah bekerja melalui garis keturunan dan sejarah pribadi untuk mewujudkan maksud-Nya. Ketekunan dan kepatuhan generasi-generasi yang terdahulu menyumbang pada kedatangan Sang Juruselamat. Kita diajak percaya bahwa Allah tetap setia pada janji-Nya meski kita hidup dalam periode yang kompleks.
Kutipan Singkat yang Relevan
Beberapa penafsir berbahasa Inggris klasik menekankan bahwa silsilah ini menegaskan legitimasi hak Mesias. (Kutipan ringkas dari tokoh terdahulu tidak diberikan dalam bentuk teks lengkap sesuai pedoman).
Alinea Penuntun
Sebab itu, ayat ini mengundang kita melihat bagaimana Allah menggerakkan tokoh-tokoh nyata dalam waktu nyata—abad-abad yang lalu—untuk menyiapkan kedatangan Kristus. Seperti halnya Zarubabil dan rekan-rekan keluarganya yang disebut dalam garis keturunan, kita dipanggil untuk tetap percaya, setia, dan menghargai peran kecil kita dalam rencana besar-Nya.
Rujukan silang
Galatia 3:16 — Allah menjadikan janji dalam satu keturunan; Yesus adalah puncaknya. Matius 1:1-2 — pengantar genealogi yang menegaskan penempatan Kristus sebagai pewaris janji. Yesaya 11:1 — penggenapan harapan Mesias dari garis Daud.