Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:25 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:25 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maryam sehingga Maryam melahirkan seorang anak laki-laki, lalu diberinya nama kepada-Nya Yesus.
Matius 1:25 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:25 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 22:29 (IDN) »
Jangan kamu mempertangguhkan kelimpahanmu dan air matamu, maka tak akan jangan kamu mempersembahkan segala anakmu laki-laki yang sulung itu kepada-Ku.

Keluaran 13:2 (IDN) »
Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung; bahwa segala anak di antara bani Israel yang mula-mula keluar dari pada rahim, baik manusia baik binatang, Aku yang empunya dia.

Matius 1:21 (IDN) »
Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya."
Matius 1:25 (IDN) — Ringkasan dan Perenungan
Ayat ini menutup kisah kelahiran Yesus dalam bagian pertama Injil Matius. Secara singkat, Yoseph bertanggung jawab menjaga Maryam meski ia mengetahui keadaan Maryam yang mengandung bayi sebelum mereka hidup sebagai suami-istri. Firman Tuhan menegaskan bahwa Yoseph tidak berhubungan dengan Maryam sampai setelah bayi lahir, lalu mereka menamai bayi itu Yesus. Ayat ini menegaskan dua tema penting: ketaatan Yoseph kepada rencana Allah dan identitas sang Mesias yang lahir dengan tujuan menyelamatkan umat manusia.
Ayat dalam konteks pasal
Dalam pasal pertama Matius, penulis menarasikan silsilah Yesus dan kejadian kelahiran-Nya sebagai bagian dari rencana penyelamatan. Ayat 25 menekankan pemeliharaan kemurnian status Maryam sampai kelahiran, sehingga peristiwa kelahiran Yesus dipandang sebagai karya Roh Kudus, bukan hasil hubungan manusia. Ini menegaskan asal-usul ilahi Sang Juruselamat dan menegakkan penggenapan nubuat-nubuat mengenai Mesias yang lahir dari seorang perawan.
Lembar pelajaran utama
Inti dari ayat ini adalah ketaatan Yusuf kepada arahan Allah melalui mimpi: ia tidak bersetubuh dengan Maryam sebelum bayi itu lahir dan diberi nama Yesus. Dari sini kita belajar bahwa taat pada rencana ilahi kadang mengundang kebingungan manusia, namun Allah memegang kendali penuh atas sejarah keselamatan. Ketulusan iman membuat Yusuf menjadi pelindung pertama bagi peristiwa penyelamatan yang lebih besar.
Perbandingan dengan bagian lain
Beberapa catatan lintas ayat:
Cross-references singkat:
Penerapan praktis
Pada masa-masa kebingungan, Allah masih bekerja lewat rencana-Nya yang tidak selalu jelas bagi mata manusia. Kisah Yoseph mengajarkan kita ketaatan tanpa syarat, kepatuhan pada firman Tuhan meski tidak sepenuhnya dipahami. Kita diajak mempercayai bahwa karya keselamatan Allah tidak bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada kepercayaan dan ketaatan kita kepada-Nya.
Inti pesan yang disimpulkan
Ayat ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus adalah suatu karya ilahi, menyiapkan jalan untuk keselamatan manusia. Ketaatan Yoseph menjadi contoh bagaimana respons iman membuka pintu bagi rencana Tuhan untuk dikerjakan di antara umat-Nya.
Kutipan penting dari penafsir berbahasa Inggris (publik domain)
Beberapa bagian singkat yang relevan dari penafsir berbahasa Inggris yang berpengaruh secara publik-domain:
Matthew Henry menekankan bahwa Yoseph menahan diri dari berbuat sesuatu yang dapat mencemarkan Maryam hingga bayi lahir, karena ia hidup dalam ketaatan kepada hukum dan rencana Allah. Albert Barnes menekankan pentingnya kesadaran bahwa kelahiran Yesus adalah pekerjaan ilahi, bukan hasil hubungan manusia biasa. Adam Clarke menegaskan bahwa peristiwa ini menegaskan kemurnian Maria dan peranan Yusuf sebagai pelindung serta penengah dalam rencana ilahi.
Catatan singkat tentang cross-references
Narasi lintas memberikan gambaran bagaimana tema kelahiran nabi dan mesias beresonansi di seluruh Perjanjian Lama dan Baru. Nubuat Immanuel menyiratkan kehadiran Allah di tengah umat, sedangkan penjelasan Lukas memperjelas peran Roh Kudus dalam kelahiran. Semua itu menguatkan fokus Matius pada identitas dan tujuan Yesus sebagai Juruselamat dunia.
Penutup
Hidup dalam iman menuntut kita melihat karya Allah yang seringkali melampaui pengamatan manusia. Dalam Matius 1:25, kita diingatkan bahwa kelahiran Yesus bukan sekadar peristiwa biologis, melainkan momen penyelamatan yang dimulai dengan ketaatan Yusuf dan dipublikasikan melalui karya keselamatan yang lebih besar.