Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka Yehuda dengan Tamar memperanakkan Pares dan Zarah; dan Pares memperanakkan Ezrom; dan Ezrom memperanakkan Aram;
Matius 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 38:29 (IDN) »
Maka apabila ditariknya tangannya masuk pula, heran, maka keluarlah saudaranya laki-laki. Maka kata bidan itu: Apakah yang engkau gagahkan? Maka padamu akan ada gagah; sebab itu dinamai akan dia Paris.

Kejadian 46:12 (IDN) »
Maka anak-anak laki-laki Yehuda, yaitu Er dan Onan dan Syela dan Paris dan Zerah; akan tetapi Er dan Onan itu sudah mati di negeri Kanaan. Maka anak laki-laki Paris, yaitu Hezron dan Hamul.

Kejadian 38:24 (IDN) »
Kalakian, maka adalah kira-kira tiga bulan kemudian dari pada itu dikabarkan oranglah kepada Yehuda, mengatakan: Adapun Tamar, menantumu itu, telah berkendak, dan lagi sesungguhnya mengandunglah ia dengan zinahnya. Maka kata Yehuda: Bawalah dia ke mari, supaya dibakar habis akan dia.
Bait Bahasan: Matius 1:3 (IDN)
Ayat ini merupakan bagian inti rangkaian silsilah Kristus dalam Injil Matius. Meski sering dipandang sebagai daftar nama, ia sarat dengan makna teologis dan historis: turun-temurun bangsa Israel, persinggahan kisah manusia biasa di balik rencana Allah, serta ketaatan pada janji Mesias yang lahir dari garis keturunan Daud.
Ayat dalam konteks pasal ini
Pada pasal ini, penggambaran silsilah Maria melalui Yusuf menyoroti penyebutan beberapa tokoh secara singkat namun penting. Ayat Matius 1:3 menulis: “maka Yehuda dengan Tamar memperanakkan Pares dan Zarah; dan Pares memperanakkan Ezrom; dan Ezrom memperanakkan Aram.”—bagian dari rangkaian nama yang menggiring pembaca kepada rencana Allah yang berbuah melalui keturunan yang tidak selalu tampak mulia di mata manusia.
Garis besar pelajaran rohani utama
Kaitan alkitabiah yang relevan
Beberapa rujukan silang yang konstruktif untuk memahami konteks ini:
Penjelasan singkat: silang rujukan ini menekankan bahwa Allah bekerja melalui manusia rentan maupun tidak sempurna untuk menyampaikan rencana-Nya yang mulia.
Renungan kebutuhan praktis bagi pembaca
Bagaimana kita merespons kenyataan bahwa Tuhan memakai jalur-jalur yang tidak selalu mulus? Siapkan hati untuk melihat karya Allah yang berlapis-lapis: dalam keluarga, pekerjaan, maupun peristiwa sehari-hari. Kepercayaan bahwa Tuhan memegang kendali membimbing kita untuk tidak kehilangan harapan ketika jalan hidup tidak sesuai rencana kita.
Aplikasi yang memungkinkan
Kunci perbandingan dengan tafsiran klasik
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa kitab silsilah dalam Matius berfungsi sebagai pengikat antara pewahyuan lama (perjanjian) dan kedatangan Kristus. Mereka menyoroti bagaimana tokoh-tokoh ruang lingkup kelahiran Mesias tidak selalu cerminan kebajikan, tetapi tetap menjadi bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Contoh kutipan pendek (tanpa menyalin teks penuh): Henry menyoroti bahwa Allah menggunakan peristiwa duniawi untuk mencapai tujuan surgawi; Barnes menekankan pentingnya garis keturunan dan janji Allah; Clarke menyoroti kekuatan iman Lucifer yang bisa berubah menjadi bagian dari rencana keselamatan bila diserahkan kepada Allah. Jika ada bagian singkat kutipan yang relevan, akan disebutkan secara tepat di bagian catatan kaki di bawah, namun tidak akan menyalin teks utuh di luar konteks.
Penutup ringkas
Ayah bangsa Israel memberi tempat pada silsilah ini sebagai pengantar penegasan bahwa kelahiran Yesus datang melalui garis keturunan yang kompleks. Dalam konteks ini ada pesan harapan: Allah memelihara janji-Nya melalui manusia yang beragam, dan melalui Narasi Yale ini kita diajak melihat bahwa karya-Nya melampaui penilaian manusia. Ketika kita mengingat hal itu, kita dipanggil untuk menyambut karya Allah dalam hidup kita dengan iman dan ketaatan yang sama.